
Bekasi – UPT Puskesmas Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menghadirkan SI ADIT atau Sistem Absen Digital Terpadu untuk memperkuat disiplin dan pengawasan kinerja Tenaga Harian Lepas (THL). Inovasi ini lahir dari kondisi absensi yang sebelumnya masih dilakukan secara manual melalui tanda tangan di atas kertas sehingga waktu kedatangan pegawai sulit dipantau secara real time. Sistem manual juga membuka peluang terjadinya pengisian absensi secara rapel dan membuat bukti kehadiran maupun kinerja harian tidak terdokumentasi secara optimal. Melalui SI ADIT, proses absensi, e-kinerja, dan verifikasi kepegawaian dipadukan dalam satu sistem digital yang dapat digunakan di lingkungan Puskesmas Cipayung.
Permasalahan absensi manual tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan, tetapi juga berdampak pada proses administrasi dan keuangan. Berkas kehadiran yang tercecer atau terlambat dilengkapi membuat verifikasi dokumen untuk pembayaran Jasa Pelayanan Kesehatan dan Jasa Tenaga Kerja menjadi lebih lama. Rekapitulasi Nota Pencairan Dana pada Januari hingga Juni 2024 menunjukkan pencairan jasa tenaga kesehatan beberapa kali dilakukan setelah tanggal 10, padahal proses tersebut ditargetkan selesai paling lambat tanggal 10 setiap bulan. Kondisi itu mendorong kebutuhan sistem yang mampu menyajikan data kehadiran secara lebih cepat, tertib, dan mudah diverifikasi.
SI ADIT dikembangkan sebagai aplikasi absensi digital sekaligus e-kinerja yang dapat diakses oleh pegawai THL melalui perangkat Android, sementara pengelolaan administrasinya dilakukan melalui sistem berbasis website. Setiap pegawai memiliki akun dan kata sandi untuk melakukan absensi serta mencatat aktivitas kerja, sehingga data dapat dipantau oleh bagian kepegawaian dan manajemen. Sistem ini juga dilengkapi proses verifikasi yang membantu memastikan dokumen kehadiran, izin, sakit, maupun cuti dapat ditelusuri secara lebih sistematis. Dengan data yang tersimpan secara digital, penggunaan kertas dapat dikurangi sekaligus mendukung tata kelola administrasi yang lebih akuntabel dan transparan.
Pengembangan aplikasi dilakukan secara bertahap mulai dari perencanaan, pembentukan tim efektif, penyusunan alur sistem, pembuatan fitur, uji coba, hingga sosialisasi dan bimbingan teknis. Pada tahap uji coba, tim menemukan kendala seperti hasil pengambilan foto yang berbeda-beda karena variasi tipe dan seri telepon seluler Android yang digunakan pegawai. Programmer kemudian melakukan penyesuaian agar fitur aplikasi dapat berjalan sesuai kebutuhan pengguna dan rencana awal. Setelah penyempurnaan, implementasi penggunaan SI ADIT oleh pegawai THL dilaksanakan selama 19 hari dan tahapan pelaksanaannya dilaporkan mencapai progres 100 persen.
Hasil evaluasi menunjukkan penerimaan pengguna terhadap SI ADIT cukup kuat. Survei kepada 35 responden mencatat 30 orang sangat setuju bahwa aplikasi absensi digital memudahkan pegawai melakukan absensi, sementara lima orang menyatakan setuju. Sebanyak 29 responden sangat setuju bahwa penggunaan SI ADIT membuat penyajian data lebih real time, sedangkan enam orang menyatakan setuju. Dukungan terhadap pengembangan aplikasi juga tinggi, dengan 32 responden sangat setuju agar SI ADIT terus digunakan dan dikembangkan.
Perubahan juga terlihat pada tata kelola kepegawaian dan proses administrasi setelah aplikasi digunakan. Sebelum inovasi diterapkan, disiplin dan kinerja pegawai THL dinilai masih rendah karena absensi dilakukan melalui tanda tangan manual dan belum terhubung dengan catatan e-kinerja. Setelah SI ADIT diterapkan, absensi digital dan pencatatan kinerja memungkinkan aktivitas pegawai dipantau lebih langsung oleh pemangku kepentingan di Puskesmas Cipayung. Proses pencairan JASPEL dan JASTEK juga menjadi lebih cepat dan tepat waktu karena data dapat ditarik dari aplikasi tanpa menunggu rekap absensi manual yang berpotensi terlambat.
SI ADIT sekaligus menjadi bagian dari upaya digitalisasi administrasi pemerintahan di lingkungan pelayanan kesehatan. Sistem ini melibatkan dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, UPT Puskesmas Cipayung, unsur kepegawaian dan keuangan, tim teknologi informasi, programmer, serta Diskominfo dalam pengembangan dan pengelolaan infrastrukturnya. Ke depan, aplikasi diarahkan untuk terus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, diperkuat dari sisi keamanan dan pencadangan data, serta dikembangkan agar semakin mudah digunakan oleh pegawai. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, SI ADIT diharapkan menjaga disiplin THL, mempercepat proses administrasi, dan pada akhirnya mendukung peningkatan kualitas pelayanan Puskesmas Cipayung kepada masyarakat.