
Bekasi – UPTD Puskesmas Karangharja di Kecamatan Pebayuran mengembangkan inovasi DATUK SEJATI, singkatan dari Datangi untuk Kesehatan Jiwa dan Hati, untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Program ini lahir dari kebutuhan menangani masalah kesehatan jiwa yang tidak hanya memerlukan pengobatan, tetapi juga deteksi dini, pendampingan keluarga, dan pengurangan stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa. Puskesmas mencatat kunjungan kasus kejiwaan meningkat dari 35 kunjungan pada 2023 menjadi 59 pada 2024 dan 78 pada 2025. Di tengah kenaikan kunjungan tersebut, jumlah rujukan pada 2025 turun menjadi 40 kasus setelah sebelumnya tercatat 54 kasus pada 2023 dan 66 kasus pada 2024.
DATUK SEJATI dirancang dengan pola jemput bola agar pelayanan tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Puskesmas menunjuk kader kesehatan jiwa di setiap desa wilayah kerja untuk membantu menemukan, melaporkan, dan mendampingi warga yang membutuhkan penanganan. Ketika menerima laporan dari kader atau masyarakat, tim Puskesmas Karangharja mendatangi pasien untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Jika pasien tidak kooperatif, penanganan dilakukan melalui musyawarah bersama keluarga, aparat desa, dan unsur keamanan agar intervensi tetap aman dan manusiawi.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan fisik, konseling, pengobatan, terapi psikososial, terapi psikoreligius, hingga rehabilitasi sesuai kebutuhan pasien. Konseling diarahkan untuk membantu pasien memahami kondisi dirinya, menentukan tujuan pemulihan, dan memperoleh dukungan dalam pengambilan keputusan. Pengobatan dilakukan secara berkelanjutan dengan pemantauan kepatuhan minum obat serta dukungan keluarga untuk mencegah kekambuhan. Sementara rehabilitasi diarahkan agar pasien yang mulai membaik dapat kembali beraktivitas, lebih mandiri, dan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Pelayanan kesehatan jiwa melalui DATUK SEJATI dijadwalkan setiap bulan pada Sabtu minggu kedua dengan melibatkan dokter, perawat, bidan desa, serta jejaring program di Puskesmas Karangharja. Wilayah penerima manfaat mencakup Desa Karangharja, Karangsegar, Sumbersari, Sumberurip, dan Sumberreja di Kecamatan Pebayuran. Program juga diperkuat oleh keterlibatan camat, kepala desa, Babinsa, Linmas, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Kolaborasi lintas sektor tersebut diperlukan karena penanganan gangguan jiwa sering kali membutuhkan dukungan sosial dan lingkungan yang tidak dapat diselesaikan oleh tenaga kesehatan seorang diri.
Dampak program diarahkan pada meningkatnya kemampuan pasien mengakses layanan medis, kepatuhan minum obat, proses pemulihan, dan kualitas hidup ODGJ maupun orang dengan masalah kejiwaan. Puskesmas juga menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam pemantauan kondisi pasien, terutama untuk memastikan pengobatan tidak terputus dan mencegah diskriminasi di lingkungan rumah. Dalam dokumen inovasi, DATUK SEJATI disebut berkontribusi pada penurunan status pasung dari empat kasus menjadi satu kasus. Capaian tersebut memperlihatkan pentingnya intervensi kesehatan jiwa yang dilakukan secara aktif, teratur, dan melibatkan jejaring masyarakat.
Penguatan DATUK SEJATI juga dilakukan melalui rapat internal puskesmas, pertemuan lintas sektor, pembentukan tim kesehatan jiwa, serta pelatihan dan sosialisasi kepada pemangku kepentingan. Tim program menggunakan metode penyuluhan, observasi, kunjungan rumah, home care, dan demonstrasi untuk menjangkau kebutuhan pasien di lapangan. Pendanaan kegiatan home visit dan home care bersumber dari BOK dan BLUD Puskesmas, sementara pelaksanaan lapangan dibantu petugas pemegang wilayah. Pola kerja tersebut menjaga agar layanan kesehatan jiwa tetap berjalan meskipun pasien memiliki keterbatasan untuk datang sendiri ke fasilitas kesehatan. Melalui DATUK SEJATI, Puskesmas Karangharja berupaya menjadikan kesehatan jiwa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan dasar. Deteksi dini, pendampingan rumah, konseling, pengobatan, dan rehabilitasi ditempatkan dalam satu rangkaian pelayanan yang berorientasi pada pemulihan pasien. Inovasi ini juga mendorong masyarakat untuk lebih memahami bahwa gangguan jiwa memerlukan penanganan medis dan dukungan sosial, bukan stigma atau pengucilan. Dengan dukungan keluarga, kader, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan, DATUK SEJATI diharapkan terus memperluas akses pelayanan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karangharja.