Dinas Kesehatan Lamongan Hadirkan LASERKU untukDekatkan Layanan Kesehatan kepada Keluarga Rawan

BERITA RISDA KABUPATEN LAMONGAN

Dokumentasi asli kegiatan LASERKU berupa kunjungan dan pendampingan kepada keluarga sasaran di Kabupaten Lamongan. Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan menghadirkan inovasi LASERKU (Tim Lamongan Sehat) untuk memperluas akses pelayanan bagi keluarga rawan yang mengalami keterbatasan dalam memperoleh layanan kesehatan. Inovasi ini lahir setelah dilakukan identifikasi dan kunjungan pada 32 puskesmas di Kabupaten Lamongan yang menemukan 1.949 sasaran membutuhkan perhatian khusus. Sasaran tersebut antara lain keluarga yang tinggal sebatang kara, memiliki penyakit kronis, belum memperoleh jaminan kesehatan yang memadai, maupun tinggal di rumah dengan kondisi lingkungan kurang sehat. Melalui pendekatan kunjungan rumah, LASERKU berupaya memastikan kelompok rentan tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.

Kondisi kesehatan keluarga rawan tidak selalu berdiri sendiri, tetapi sering berkaitan dengan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sebagian sasaran mengalami penyakit kronis yang memburuk karena sulit menjangkau fasilitas kesehatan, sementara sebagian lainnya menghadapi keterbatasan biaya, kebutuhan alat bantu kesehatan, serta lingkungan rumah dengan sanitasi yang belum memadai. Karena itu, LASERKU dikembangkan tidak hanya sebagai layanan kesehatan, tetapi sebagai pendekatan terpadu yang melihat kondisi keluarga secara menyeluruh. Pelayanan diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan, pengobatan, edukasi, dukungan sosial, hingga rujukan apabila dibutuhkan.

Pelaksanaan LASERKU dimulai melalui proses identifikasi dan pendataan langsung ke rumah keluarga sasaran oleh tenaga kesehatan dan relawan. Data yang dihimpun mencakup kondisi kesehatan, keadaan sosial ekonomi, dan lingkungan tempat tinggal sehingga kebutuhan intervensi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tim kemudian memberikan pemeriksaan kesehatan rutin, pengobatan awal, pemantauan kondisi kesehatan, serta rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan. Pendekatan proaktif tersebut membuat pelayanan dapat menjangkau masyarakat yang sebelumnya kesulitan datang secara mandiri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

LASERKU juga memberikan layanan nonkesehatan melalui edukasi, konseling, dukungan psikososial, bantuan alat penunjang kesehatan, serta bantuan sosial lainnya. Pada aspek ekonomi, program diarahkan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga prasejahtera, terutama kebutuhan pengobatan dan perawatan kesehatan. Dalam kondisi tertentu, dukungan juga dapat berupa pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun bantuan sesuai kondisi sasaran. Melalui kombinasi layanan kesehatan dan nonkesehatan, program ini berupaya memperbaiki kualitas hidup keluarga secara lebih komprehensif.

Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan utama LASERKU. Pelaksanaan program melibatkan puskesmas, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, organisasi sosial, komunitas lokal, serta pihak lain yang dapat mendukung penyelesaian masalah keluarga sasaran. Kolaborasi tersebut tidak hanya difokuskan pada penanganan penyakit, tetapi juga peningkatan sanitasi, perbaikan lingkungan rumah, penyediaan air bersih, pemenuhan kebutuhan dasar, dan dukungan sosial ekonomi. Dengan pola ini, intervensi yang diberikan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Evaluasi pelaksanaan dilakukan secara berkala agar intervensi dapat terus disempurnakan. Evaluasi bulanan dilakukan melalui rembug puskesmas di tingkat kecamatan, sedangkan evaluasi lintas sektor dilaksanakan setiap tiga bulan di tingkat kabupaten. Hasil rembug puskesmas kemudian ditindaklanjuti melalui rembug kecamatan yang dipimpin camat dengan melibatkan unsur terkait untuk membahas perkembangan kasus, hambatan di lapangan, dan alternatif solusi. Mekanisme tersebut memastikan setiap permasalahan yang ditemukan dapat diteruskan dan ditangani melalui koordinasi yang berjenjang.

Melalui LASERKU, Pemerintah Kabupaten Lamongan berupaya menciptakan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat yang paling membutuhkan. Program ini membantu mendekatkan layanan kesehatan, menurunkan hambatan akses, serta memperkuat dukungan terhadap keluarga prasejahtera melalui intervensi kesehatan dan nonkesehatan yang terintegrasi. Dengan pemantauan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, LASERKU diharapkan mampu mengurangi kesenjangan layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kelompok rentan tetap memperoleh perhatian dan pelayanan yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *