Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang memperkuat kelompok sadar wisata melalui pelatihan dan pembinaan berbasis masyarakat. Program POKDARWIS diarahkan untuk mengenali, menjaga, dan mempromosikan potensi wisata alam serta budaya di tingkat desa. Pemuda dan warga dilibatkan sebagai penggerak agar pengembangan destinasi memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Kolaborasi tersebut juga diharapkan membangun citra daerah yang aman, menarik, dan layak dikunjungi.

Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang menggelar pembinaan dan pengembangan Kelompok Sadar Wisata atau POKDARWIS. Kegiatan mempertemukan pemerintah daerah, pengelola pariwisata, dan unsur masyarakat untuk memperkuat pengembangan destinasi. Peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan potensi wisata, kelembagaan, serta promosi daerah. Foto: Dokumentasi Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang.
EMPAT LAWANG — Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pariwisata mengembangkan POKDARWIS atau Kelompok Sadar Wisata sebagai inovasi berbasis partisipasi masyarakat. Program ini menempatkan pemuda dan warga sebagai unsur penting dalam menjaga serta mengenalkan potensi wisata alam dan budaya daerah. Pelatihan dilaksanakan untuk memperkuat pengetahuan, kemampuan pengelolaan, dan kesadaran terhadap nilai ekonomi pariwisata. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pengembangan destinasi lebih dekat dengan kebutuhan dan karakter masyarakat setempat.
Empat Lawang memiliki beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan, terutama wisata alam, budaya, dan petualangan. Namun, kekayaan tersebut memerlukan pengelolaan yang terarah agar mampu menarik kunjungan sekaligus tetap terjaga keberlanjutannya. Dinas Pariwisata menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu dasar penting dalam proses tersebut. Karena itu, pelatihan POKDARWIS tidak diposisikan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai ruang belajar dan konsolidasi penggerak wisata.
Pelaksanaan program melibatkan pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, pemuda, serta masyarakat di sekitar destinasi. Setiap pihak memiliki peran mulai dari penyusunan kebijakan, koordinasi, pendampingan, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan. Keterlibatan lintas tingkat pemerintahan dibutuhkan agar potensi wisata tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa arah pengembangan yang jelas. Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang bagi aspirasi dan kreativitas masyarakat dalam membangun daya tarik daerah.
| “Pariwisata akan berkembang lebih kuat ketika masyarakat menjadi pelaku utama yang menjaga, mengelola, dan mempromosikan potensi daerahnya.” |
Warga Menjadi Penggerak Destinasi
POKDARWIS dirancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap potensi pariwisata di lingkungannya. Peserta didorong mengenali daya tarik lokal, sejarah, tradisi, dan peluang usaha yang dapat dikembangkan di sekitar destinasi. Pemahaman tersebut menjadi modal agar warga tidak hanya menjadi penonton ketika aktivitas wisata tumbuh. Mereka diharapkan mengambil peran sebagai pengelola, pemandu, pelaku usaha, dan penjaga kelestarian kawasan.
Program juga diarahkan untuk membangun rasa memiliki terhadap aset wisata yang ada di desa. Kesadaran ini penting agar kebersihan, keamanan, keramahan, dan kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat terlibat aktif, pengalaman wisatawan dapat meningkat dan potensi konflik pengelolaan dapat dikurangi. Pada saat yang sama, manfaat ekonomi dapat tersebar melalui kuliner, jasa pemandu, produk kreatif, dan usaha pendukung lainnya.
Pelatihan menghadirkan narasumber dan pendamping untuk memperluas wawasan peserta mengenai pengembangan pariwisata. Materi tidak hanya menyentuh promosi, tetapi juga kelembagaan, pelayanan pengunjung, dan penyusunan rencana kegiatan. Penguatan kapasitas tersebut dibutuhkan karena sebagian kelompok masih menghadapi keterbatasan manajemen dan koordinasi. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, POKDARWIS diharapkan mampu menjalankan program kerja secara lebih mandiri dan terukur.
Jaringan dari Desa hingga Kabupaten
Salah satu keluaran yang ditargetkan adalah terbentuknya jejaring penggiat pariwisata pada berbagai tingkatan. Pesona Empat Lawang dikembangkan di tingkat kabupaten, sementara Pesona Kecamatan dan Pesona Desa bergerak lebih dekat dengan destinasi. Struktur tersebut memungkinkan informasi, kebutuhan, dan gagasan dari desa diteruskan kepada pemerintah daerah. Sebaliknya, kebijakan serta program pembinaan dapat menjangkau pelaku wisata dengan jalur koordinasi yang lebih jelas.
Bupati berperan dalam arah kebijakan dan dukungan terhadap penyelenggaraan program. Dinas Pariwisata menjadi pelaksana utama mulai dari perencanaan, kegiatan lapangan, pendampingan, hingga evaluasi. Kecamatan dan pemerintah desa membantu sosialisasi serta mengoordinasikan kelompok masyarakat di wilayah masing-masing. Pemuda dan warga menjadi pelaksana yang menghidupkan kegiatan pariwisata secara langsung di tingkat lokal.
Model kerja tersebut diharapkan mengurangi jarak antara perencanaan pemerintah dan kebutuhan nyata di destinasi. Data mengenai potensi wisata dapat dihimpun dengan lebih akurat melalui kelompok yang berada langsung di lapangan. Informasi itu dapat digunakan untuk menentukan prioritas promosi, kebutuhan sarana, serta bentuk pendampingan yang diperlukan. Pengembangan pariwisata pun dapat dilakukan secara lebih terarah dibandingkan hanya mengandalkan kegiatan sesaat.
Promosi Digital dan Pemetaan Potensi
POKDARWIS juga memanfaatkan teknologi untuk mendukung dokumentasi dan promosi pariwisata. Kamera, komputer, jaringan internet, dan media sosial digunakan untuk merekam kegiatan serta memperkenalkan destinasi. Kanal Pesona Empat Lawang dan media Dinas Pariwisata menjadi ruang penyebaran foto, informasi, dan agenda wisata. Promosi digital memungkinkan daya tarik daerah dikenal oleh masyarakat yang lebih luas dengan biaya yang relatif efisien.
Kegiatan jelajah dan pemetaan potensi menjadi bagian penting sebelum promosi dilakukan secara intensif. Setiap desa perlu mengenali keunggulan, kondisi akses, fasilitas, dan cerita yang membedakan destinasi mereka. Data yang lengkap membantu pemerintah serta kelompok wisata menyusun materi promosi yang lebih akurat dan tidak berlebihan. Cara ini juga mendorong pengembangan paket wisata yang sesuai dengan kesiapan lokasi dan kemampuan masyarakat.
Promosi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperbaiki citra Empat Lawang. Program menargetkan berkurangnya anggapan bahwa daerah kurang aman atau belum siap menerima wisatawan. Citra positif dibangun melalui informasi yang konsisten, pelayanan yang ramah, dan pengalaman kunjungan yang baik. Ketika kepercayaan wisatawan tumbuh, peluang peningkatan aktivitas ekonomi lokal ikut terbuka.
Pendampingan Menjadi Kunci
Pelaksanaan POKDARWIS masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu ditangani secara bertahap. Keterbatasan anggaran dapat memengaruhi jumlah peserta, keberlanjutan program kerja, serta penyediaan sarana pendukung. Sebagian kelompok juga masih membutuhkan peningkatan kemampuan dalam manajemen kuliner, pemanduan, dan pemasaran paket wisata. Koordinasi antaranggota serta dukungan aturan di tingkat desa menjadi pekerjaan penting agar kelompok dapat bergerak lebih konsisten.
Dinas Pariwisata menempatkan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari proses pengembangan. Pelaksanaan kegiatan dipantau untuk melihat partisipasi, hasil pelatihan, dan tindak lanjut yang dilakukan kelompok. Temuan lapangan kemudian digunakan untuk memperbaiki pola pendampingan serta menyusun rencana aksi berikutnya. Mekanisme ini dibutuhkan agar pengetahuan dari pelatihan benar-benar diterapkan dalam pengelolaan destinasi.
Melalui POKDARWIS, Empat Lawang berupaya menjadikan masyarakat sebagai fondasi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Pelestarian budaya dan alam dipadukan dengan peningkatan keterampilan, promosi, serta penciptaan peluang ekonomi. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada kesinambungan pembinaan dan kemauan kelompok untuk bergerak bersama. Dengan dukungan lintas sektor, potensi wisata daerah diharapkan semakin dikenal dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.
Sumber bahan berita: POKDARWIS, Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang.