BERITA RISDA KABUPATEN LAMONGAN

Dokumentasi asli kegiatan Literasi Seru Goes to School bersama siswa MI YPPI 1945 Babat dan Mobil Perpustakaan Keliling Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan. Sumber: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan.
Lamongan – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan terus memperluas akses layanan perpustakaan melalui inovasi Literasi Seru Goes to School (GTS). Program ini dirancang untuk mendekatkan berbagai layanan literasi kepada pelajar tingkat dasar dan menengah, khususnya lembaga pendidikan yang belum memperoleh akses perpustakaan secara memadai. Kehadiran GTS menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat. Melalui pendekatan jemput layanan ke sekolah, siswa dapat menikmati pengalaman perpustakaan secara lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan.
Literasi Seru Goes to School hadir sebagai pengembangan dari layanan Mobil Perpustakaan Keliling yang sebelumnya menjadi layanan utama. Dalam pelaksanaannya, GTS menggabungkan sejumlah layanan perpustakaan dalam satu paket kegiatan, mulai dari Mobil Perpustakaan Keliling, Celengan Jalan-Jalan atau Cerita Online Lamongan, Literasi Inklusi, layanan keanggotaan, pengenalan iLamongan, hingga Fun Game. Paket layanan tersebut dirancang agar kegiatan literasi tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih variatif. Dengan metode ini, perpustakaan hadir sebagai ruang belajar sekaligus sarana rekreasi edukatif bagi pelajar.
Pelaksanaan GTS dilatarbelakangi masih adanya lembaga pendidikan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber bacaan berkualitas akibat faktor jarak. Pedoman teknis mencatat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Lamongan pada 2023 berada pada angka 63,86. Meski menunjukkan capaian positif, peningkatan literasi tetap menjadi perhatian melalui berbagai program yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, GTS diprioritaskan bagi lembaga pendidikan yang berlokasi minimal 10 kilometer dari pusat Kota Lamongan sehingga layanan perpustakaan dapat menjangkau sekolah secara lebih tepat sasaran.
Kemudahan juga diberikan melalui sistem pendaftaran mandiri menggunakan Google Form. Mekanisme tersebut menggantikan pola pendaftaran konvensional berbentuk daftar manual dan memungkinkan sekolah mengajukan layanan tanpa harus datang ke pusat layanan perpustakaan. Sistem ini tidak hanya mengurangi beban administrasi, tetapi juga membuat penyelenggaraan kegiatan lebih berbasis kebutuhan lembaga pendidikan. Promosi program dilakukan melalui Instagram, X, website, surat kepada OPD dan lembaga pendidikan, serta siaran melalui grup WhatsApp agar informasi GTS dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Antusiasme terhadap program tercermin dari jumlah pendaftar dan penerima manfaat. Pada 2023 hingga pertengahan 2024, GTS mencatat sebanyak 60 lembaga pendidikan mendaftar dengan realisasi layanan yang menjangkau 6.257 pelajar. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan sekolah terhadap layanan literasi bergerak cukup tinggi. Selain jumlah lembaga dan pelajar, program juga menggunakan indikator Tingkat Kegemaran Membaca serta survei internal kepuasan lembaga pendidikan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan.
Dalam kegiatan di sekolah, siswa memperoleh kesempatan membaca koleksi yang dibawa Mobil Perpustakaan Keliling, mengikuti dongeng, mengenal layanan perpustakaan umum dan iLamongan, serta mengikuti kegiatan interaktif. Salah satu dokumentasi resmi menunjukkan pelaksanaan Literasi Seru Goes to School di MI YPPI 1945 Kecamatan Babat yang diikuti 60 siswa dan 13 guru pendamping. Para siswa juga mengikuti kegiatan membaca dan merangkum buku dari koleksi Mobil Perpustakaan Keliling. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa penguatan literasi dilakukan melalui kombinasi akses buku, pengenalan layanan digital, serta pengalaman belajar yang menyenangkan.
Melalui Literasi Seru Goes to School, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan berupaya memastikan kesempatan memperoleh layanan literasi tidak terbatas oleh jarak. Integrasi berbagai layanan dalam satu kegiatan membuat sekolah mendapatkan akses yang lebih lengkap sekaligus mendorong keterlibatan siswa dan guru dalam membangun budaya membaca. Pelaksanaan program yang berbasis kebutuhan, didukung pendaftaran digital dan promosi terbuka, memperkuat efektivitas jangkauan layanan. GTS diharapkan terus menjadi sarana untuk menumbuhkan generasi Lamongan yang gemar membaca, memiliki kemampuan literasi yang baik, dan mampu memanfaatkan sumber informasi secara lebih luas.