
Siswa SDN 3 Lopang mengikuti kegiatan RAJA MENANTI, program muroja’ah rutin untuk memperkuat hafalan Al-Qur’an sejak dini. Foto: SDN 3 Lopang.
Hafalan Al-Qur’an memerlukan pengulangan yang konsisten agar tetap terjaga. Sekolah dapat menjadi ruang yang mendukung pembiasaan tersebut selain lingkungan keluarga. SDN 3 Lopang menghadirkan RAJA MENANTI, kependekan dari Rabu Muroja’ah, Mental Qur’ani Sejak Dini, sebagai kegiatan pembiasaan hafalan yang dijadwalkan rutin setiap Rabu.
RAJA MENANTI menjadi wadah bagi siswa untuk mengulang hafalan yang telah dimiliki dan menambah hafalan baru sesuai kemampuan. Siswa dibagi berdasarkan tingkat hafalan agar pembimbing dapat mendampingi secara lebih tepat.
Guru pendamping menggunakan pendekatan bertahap yang menekankan bacaan yang benar sebelum menambah hafalan. Pola pengulangan dilakukan dengan cara yang menyenangkan, seperti setoran berpasangan, permainan urutan surat, dan pengulangan berjamaah.
Selain menghafal, program juga menekankan pemahaman singkat mengenai makna surat yang dihafalkan. Pendekatan ini menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
RAJA MENANTI melibatkan orang tua sebagai mitra utama dalam menjaga hafalan siswa di rumah. Sekolah menyediakan panduan singkat bagi orang tua yang belum terbiasa mendampingi hafalan, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan berkesinambungan.
SDN 3 Lopang mengadakan kegiatan bersama pada momen tertentu, seperti wisuda hafalan atau peringatan hari besar keagamaan. Momentum tersebut menjadi ruang apresiasi atas usaha siswa sekaligus mempererat hubungan antara sekolah, siswa, orang tua, dan komunitas.
RAJA MENANTI menjadi salah satu wujud komitmen SDN 3 Lopang menghadirkan pendidikan yang seimbang antara aspek akademik dan pembinaan spiritual. Kehadiran program ini diharapkan menjadi bagian dari kenangan positif siswa terhadap sekolahnya sekaligus fondasi karakter religius yang tumbuh sepanjang hidup.
Melalui RAJA MENANTI, SDN 3 Lopang berupaya membentuk karakter siswa yang religius dan memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya membangun mental spiritual yang kuat sebagai fondasi tumbuh kembang siswa.