ASMARA CENTIL, Pendampingan Remaja Cegah Bullying di Puskesmas Tikung

Perundungan atau bullying di kalangan remaja menjadi persoalan yang berdampak pada kesehatan mental sekaligus prestasi belajar. Pendampingan psikososial remaja diperlukan agar mereka memiliki keterampilan menghadapi konflik. Puskesmas Tikung menjawab kebutuhan tersebut melalui ASMARA CENTIL, singkatan dari Atasi masalah remaja untuk cegah Tindakan Bullying.

ASMARA CENTIL menghadirkan pendampingan remaja melalui posyandu remaja, sekolah, dan komunitas. Kegiatan meliputi kelas keterampilan sosial, konseling, diskusi kelompok, hingga pelatihan pendampingan sebaya bagi remaja terpilih.

Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan emosi, komunikasi asertif, empati, dan cara menangani konflik. Remaja belajar mengenali bentuk bullying, dampaknya, dan langkah yang dapat dilakukan jika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.

Puskesmas bekerja sama dengan sekolah dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi remaja. Guru dan orang tua diajak memahami peran mereka dalam pencegahan dan respons terhadap bullying.

ASMARA CENTIL memberikan pelatihan khusus bagi pendamping sebaya yang berperan mengenali tanda awal bullying di kalangan teman-teman mereka. Pendamping sebaya menjadi perpanjangan tangan puskesmas di sekolah dan komunitas remaja.

Puskesmas Tikung juga bekerja sama dengan orang tua melalui kelas parenting singkat. Orang tua memperoleh pemahaman mengenai perkembangan remaja, cara berkomunikasi tanpa menyalahkan, dan langkah mendampingi anak yang mengalami tekanan sosial.

ASMARA CENTIL menegaskan bahwa kesehatan remaja mencakup aspek yang menyeluruh, termasuk kesehatan mental dan sosial. Puskesmas Tikung berupaya menjaga pendampingan tetap sampai ke sekolah dan komunitas remaja. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Kabupaten Lamongan yang tangguh menghadapi tekanan sosial di lingkungan sekitarnya.

Melalui ASMARA CENTIL, Puskesmas Tikung berupaya membangun remaja yang tangguh secara mental dan berempati terhadap sesama. Inovasi ini menegaskan bahwa kesehatan remaja mencakup aspek fisik, mental, dan sosial secara utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *