TEMBAK DOOR Dekatkan Pendampingan ASI EksklusifLangsung ke Rumah Ibu Menyusui di Babat

Lamongan – Puskesmas Babat Kabupaten Lamongan menghadirkan inovasi TEMBAK DOOR (Temani Busui MengASIhi Eksklusif Door to Door) untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif melalui pendampingan langsung ke rumah ibu menyusui. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap masih belum optimalnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Melalui pola jemput bola, tenaga kesehatan dan kader tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendampingi ibu secara personal dalam menghadapi persoalan menyusui. Pendekatan tersebut membuat layanan lebih dekat, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga.

Pemberian ASI eksklusif memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh bayi. Pedoman teknis mencatat bahwa meskipun sebagian besar ibu telah memberikan ASI, proporsi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan masih belum mencapai target yang diharapkan. Berbagai kendala dapat memengaruhi keberhasilan menyusui, mulai dari kurangnya pengetahuan, stres, masalah produksi ASI, bentuk puting, kondisi kesehatan ibu, hingga keterbatasan dukungan bagi ibu bekerja. TEMBAK DOOR dirancang untuk menjawab hambatan tersebut melalui pendampingan yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan TEMBAK DOOR dimulai sejak masa kehamilan trimester akhir dan berlanjut hingga bayi berusia enam bulan. Tenaga kesehatan bersama kader melakukan kunjungan terjadwal untuk memberikan edukasi mengenai manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta pencegahan dan penanganan masalah laktasi. Pada setiap kunjungan, ibu dapat menyampaikan kendala yang dialami sehingga solusi dapat diberikan sesuai kondisi. Model ini memungkinkan intervensi dilakukan lebih cepat dibandingkan bila ibu harus menunggu jadwal pelayanan di fasilitas kesehatan.

Keluarga, terutama suami dan anggota keluarga terdekat, turut dilibatkan dalam proses pendampingan. Dukungan keluarga dipandang penting karena keberhasilan pemberian ASI tidak hanya bergantung pada kesiapan ibu, tetapi juga pada lingkungan yang mendukung. Edukasi kepada keluarga membantu mengurangi praktik pemberian makanan atau minuman tambahan sebelum bayi berusia enam bulan serta meluruskan mitos yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif. Dengan keterlibatan keluarga, ibu diharapkan memperoleh dukungan emosional dan praktis yang lebih kuat selama proses menyusui.

Kebaruan TEMBAK DOOR terletak pada pendampingan personal yang dilakukan secara berkala selama enam bulan, bukan sekadar penyuluhan satu kali. Program ini menggabungkan edukasi gizi, konsultasi laktasi, pemantauan tumbuh kembang bayi, serta pemberdayaan keluarga dalam satu rangkaian layanan. Pencatatan hasil kunjungan juga dapat dilakukan melalui formulir monitoring atau sistem digital sederhana untuk mendukung evaluasi rutin. Pendekatan yang terintegrasi tersebut membantu tenaga kesehatan memantau konsistensi pemberian ASI sekaligus mengidentifikasi masalah sejak dini.

Program juga memberikan apresiasi berupa sertifikat “Lulus ASI Eksklusif” kepada ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen ibu sekaligus motivasi bagi keluarga lain untuk menerapkan praktik menyusui yang optimal. Selain meningkatkan pengetahuan, TEMBAK DOOR diarahkan untuk membangun budaya masyarakat yang mendukung pemberian ASI eksklusif. Dengan lingkungan sosial yang lebih positif, praktik menyusui diharapkan dapat berlangsung secara konsisten dan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

Kolaborasi menjadi unsur penting dalam pelaksanaan TEMBAK DOOR. Tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat berperan dalam memperluas jangkauan informasi serta memastikan ibu menyusui yang membutuhkan pendampingan tidak terlewat. Model door to door juga membantu menjangkau kelompok rentan yang sulit datang ke fasilitas kesehatan secara mandiri. Dengan dukungan lintas sektor, program diharapkan mampu meningkatkan cakupan ASI eksklusif hingga mencapai atau melampaui target yang ditetapkan.

Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan pada 14 Juli 2025 menampilkan TEMBAK DOOR sebagai pendekatan Puskesmas Babat untuk mendorong cakupan ASI eksklusif melalui kunjungan rumah. Dalam publikasi tersebut, bidan dan kader kesehatan digambarkan melakukan edukasi, motivasi, serta pendampingan kepada ibu menyusui dan keluarganya. Program ini menunjukkan bahwa peningkatan kesehatan ibu dan bayi dapat diperkuat melalui layanan yang lebih personal dan dekat dengan masyarakat. TEMBAK DOOR diharapkan terus mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal sekaligus memperkuat upaya kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Lamongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *