Pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar membutuhkan metode yang mampu membuat siswa aktif sekaligus tetap memahami nilai-nilai karakter yang ingin dibangun. SDN Pangkatrejo Kabupaten Lamongan menghadirkan BAJAI BAJURI atau Bahasa Jawa Inovatif Bagus Jujur dengan Permainan Monopoli sebagai media belajar berbasis permainan. Inovasi ini menggunakan papan dan kartu monopoli untuk mengajak siswa menjawab pertanyaan, menghadapi tantangan, serta mengelola poin selama permainan berlangsung. Dengan cara tersebut, kegiatan belajar dirancang lebih partisipatif dan tidak hanya bergantung pada penjelasan guru.
Dalam satu sesi, satu perangkat kartu monopoli dapat digunakan oleh tiga sampai lima siswa sehingga pembelajaran berlangsung dalam kelompok kecil. Setiap peserta memperoleh pion atau simbol orang sebagai penanda posisi mereka di papan permainan. Sebelum permainan dimulai, siswa juga mendapatkan modal poin sesuai kesepakatan, misalnya 50 atau 100 poin. Modal tersebut menjadi bagian penting dari permainan karena siswa harus mengelolanya dengan cermat sepanjang proses belajar.

Setiap langkah membawa siswa menuju kotak yang berisi pertanyaan, tantangan, atau kesempatan dengan nominal poin yang berbeda. Jika mampu menjawab atau menyelesaikan tantangan, siswa memperoleh tambahan poin sesuai ketentuan pada kotak tersebut. Sebaliknya, apabila tidak dapat menjawab dan memilih untuk melewati tantangan, poin tidak bertambah dan siswa tidak dapat langsung melanjutkan ke kotak berikutnya. Mekanisme ini membuat siswa perlu berpikir sebelum mengambil keputusan sekaligus menjaga fokus terhadap materi yang muncul selama permainan.
Unsur strategi menjadi salah satu daya tarik BAJAI BAJURI karena jumlah poin yang dimiliki siswa dapat bertambah maupun berkurang selama permainan. Siswa tidak hanya berusaha mencapai akhir papan, tetapi juga perlu mempertimbangkan risiko dari setiap kotak yang mereka lewati. Situasi tersebut mendorong keterlibatan aktif karena setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menjawab, memperoleh poin, dan menentukan langkah permainan. Pola belajar semacam ini membuat proses pembelajaran terasa seperti aktivitas bermain, namun tetap memiliki tujuan edukatif yang jelas.
Nilai kejujuran juga ditempatkan sebagai aturan utama dalam pelaksanaan BAJAI BAJURI. Petunjuk penggunaan secara tegas menyebutkan bahwa setiap siswa harus bermain dengan jujur selama permainan berlangsung. Aturan ini membuat media monopoli tidak hanya digunakan untuk mengembangkan pengetahuan Bahasa Jawa, tetapi juga untuk melatih sikap sportif, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap kesepakatan bersama. Dengan demikian, pembelajaran bahasa dapat berjalan beriringan dengan penguatan karakter siswa di dalam kelas.
BAJAI BAJURI menunjukkan bahwa media permainan yang sederhana dapat diolah menjadi sarana belajar yang lebih menarik bagi siswa sekolah dasar. Guru dapat menyesuaikan isi pertanyaan dan tantangan dengan materi Bahasa Jawa yang sedang dipelajari, sementara struktur permainan tetap mengikuti mekanisme pion, poin, dan kotak tantangan. Penggunaan kelompok kecil juga memberi ruang bagi siswa untuk berinteraksi dan belajar dari respons teman-temannya. Inovasi dari SDN Pangkatrejo ini menjadi contoh bagaimana permainan monopoli dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran Bahasa Jawa yang inovatif, menyenangkan, strategis, dan tetap menjunjung kejujuran.