
EMPAT LAWANG — Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mengembangkan PACAK untuk menghadirkan layanan bimbingan dan konseling yang lebih ramah bagi peserta didik. Program ini memadukan pendampingan dengan aktivitas seni, permainan edukatif, eksplorasi minat-bakat, dan forum berbagi yang menyenangkan.
Layanan bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam mendampingi perkembangan peserta didik, baik pada aspek pribadi, sosial, akademik, maupun karier. Namun, layanan BK masih kerap dipandang sebagai tempat yang hanya didatangi ketika siswa menghadapi masalah. Pandangan tersebut membuat sebagian anak enggan datang secara sukarela.
Kondisi itu mendorong lahirnya PACAK atau Pusat Aktivitas Ceria Anak Kreatif. Inovasi ini mengubah pendekatan BK yang formal dan reaktif menjadi layanan yang proaktif, preventif, menyenangkan, serta menjangkau seluruh peserta didik. Anak ditempatkan sebagai subjek utama dalam proses pengembangan diri.

Dari Ruang Masalah Menjadi Pusat Tumbuh Kembang
PACAK dirancang sebagai ruang aman yang menggabungkan konseling dengan aktivitas kreatif. Siswa dapat mengekspresikan perasaan, mengeksplorasi minat, mengikuti permainan edukatif, dan berkolaborasi dengan teman. Suasana layanan dibuat lebih ceria agar anak merasa nyaman dan tidak takut berinteraksi dengan guru BK.
Program memiliki lima komponen utama. Pojok Ekspresi menjadi ruang seni dan kreativitas bebas, sedangkan Arena Bermain Edukatif digunakan untuk mengasah kemampuan sosial dan emosional. Kelas Inspirasi membantu siswa mengenali minat serta pilihan masa depan melalui kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Lingkaran Cerita menyediakan forum bagi peserta didik untuk berbagi pengalaman dan melakukan refleksi kelompok. Sementara Jendela Prestasi digunakan untuk memberikan apresiasi serta memamerkan karya anak. Kelima komponen tersebut saling melengkapi dalam membangun layanan BK yang inklusif dan berorientasi pada kekuatan siswa.
Guru BK tidak lagi hanya menunggu siswa datang membawa masalah. Mereka aktif melakukan asesmen kebutuhan, merancang kegiatan, mendampingi individu maupun kelompok, dan memantau perkembangan. Pendekatan ini membantu sekolah mengenali potensi sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi lebih serius.
Kreativitas Menjadi Jalan Mengenali Diri
Aktivitas seni, permainan, dan eksplorasi minat digunakan untuk membantu anak memahami emosi, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun kemampuan memecahkan masalah. Anak diberi ruang untuk mencoba, bercerita, membuat karya, serta menyampaikan gagasan tanpa takut dinilai. Pengalaman tersebut memperkuat ketangguhan mental dan keterampilan sosial.
PACAK juga mendorong pembentukan karakter seperti empati, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian. Kegiatan kelompok membantu peserta didik belajar mendengarkan, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan konflik secara positif. Lingkungan sekolah pun diharapkan menjadi lebih aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Orang tua dan pemangku kepentingan dilibatkan secara lebih terstruktur. Mereka memperoleh informasi mengenai perkembangan anak dan dapat memberikan dukungan yang selaras di rumah. Sekolah juga membentuk tim konsultasi sebaya yang menjadi jembatan antara peserta didik dengan guru BK dalam menciptakan suasana layanan yang lebih egaliter.
Dikembangkan Sistematis dalam Sembilan Minggu
Proses penciptaan PACAK dimulai pada Januari 2025 melalui studi pendahuluan, asesmen kebutuhan, observasi, wawancara, dan diskusi kelompok. Tim kemudian menyusun konsep, modul aktivitas, SOP, media kreatif, serta instrumen monitoring dan evaluasi. Setiap rancangan divalidasi sebelum diterapkan kepada peserta didik.
Pada Februari 2025, sekolah melakukan sosialisasi, pelatihan guru BK, pembentukan tim konsultasi sebaya, serta persiapan sarana. Uji coba dilakukan pada kelompok kecil yang terdiri dari peserta didik dengan karakteristik beragam. Respons anak, guru, dan orang tua dikumpulkan sebagai bahan perbaikan sebelum implementasi penuh.
Evaluasi komprehensif dilaksanakan pada Maret 2025 dengan mengukur proses, hasil, dan dampak program. Monitoring dilakukan setiap dua minggu menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. PACAK diharapkan menjadi model layanan BK yang dapat direplikasi oleh satuan pendidikan lain untuk melahirkan anak yang ceria, kreatif, percaya diri, dan berkarakter.
Sumber: PACAK (Pusat Aktivitas Ceria Anak Kreatif) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.