UPTD Puskesmas Pendopo memadukan pelayanan langsung, pendaftaran daring, pemberdayaan kader, dan pencatatan real-time untuk mendekatkan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh kelompok usia.

Petugas UPTD Puskesmas Rawat Inap Pendopo menyambut masyarakat di depan fasilitas pelayanan kesehatan. Inovasi GERCEP CAKEP memperkuat skrining penyakit tidak menular dan Cek Kesehatan Gratis melalui layanan terpadu serta pendampingan kader. Foto: Dokumentasi UPTD Puskesmas Pendopo
EMPAT LAWANG — UPTD Puskesmas Pendopo memperkuat layanan promotif dan preventif melalui inovasi GERCEP CAKEP. Program ini menghadirkan skrining penyakit tidak menular dan Cek Kesehatan Gratis secara terpadu dengan dukungan kader kesehatan serta sistem pendaftaran dan pencatatan berbasis digital.
Cakupan pemeriksaan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Pendopo masih menghadapi tantangan, terutama untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sebelum muncul gejala belum merata, sementara keterbatasan akses dan waktu membuat sebagian warga menunda pemeriksaan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan faktor risiko penyakit terlambat ditemukan.
Proses pendaftaran dan pencatatan yang masih konvensional juga dinilai kurang efisien. Pemanfaatan teknologi digital belum optimal, sedangkan kader kesehatan belum sepenuhnya diberdayakan sebagai penghubung layanan di masyarakat. Untuk menjawab persoalan itu, UPTD Puskesmas Pendopo mengembangkan GERCEP CAKEP, Gerakan Cek Skrining dan Pemeriksaan Terpadu PTM dan CKG.
| Pemeriksaan kesehatan harus mudah dijangkau sebelum masyarakat sakit, dengan kader sebagai penghubung dan data digital sebagai dasar tindak lanjut. |
Digitalisasi Layanan Diperkuat Peran Kader
Inovasi ini mengubah pola pelayanan dari sistem konvensional menuju pendaftaran, pendataan, dan pelaporan berbasis daring. Kader kesehatan membantu warga melakukan registrasi, menentukan jadwal, serta memahami pentingnya pemeriksaan rutin. Pendekatan digital dan pemberdayaan kader tersebut juga disebut GOCEK GOL KAK atau Gerakan Optimalisasi Cek Kesehatan Gratis Online Lewat Kader Kesehatan.
Kader tidak lagi hanya berperan sebagai penyuluh atau pelaksana kegiatan lapangan. Mereka menjadi fasilitator layanan digital yang mendampingi masyarakat sejak tahap pendaftaran hingga tindak lanjut hasil pemeriksaan. Informasi jadwal disebarkan melalui grup WhatsApp dan media sosial, sehingga warga dapat memperoleh layanan dengan lebih cepat dan mengurangi waktu antre.
Pelayanan dirancang berdasarkan pendekatan siklus hidup, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Skrining dapat dilakukan di puskesmas, posyandu, posbindu, maupun melalui kunjungan rumah bagi kelompok rentan dan warga yang sulit mengakses fasilitas. Jenis pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, status gizi, kesehatan ibu dan anak, serta faktor risiko penyakit tidak menular.
Hasil pemeriksaan dicatat secara digital dan dapat dipantau secara real-time oleh petugas. Data tersebut digunakan untuk monitoring, evaluasi, dan penentuan intervensi yang lebih tepat sasaran. Warga dengan hasil abnormal memperoleh konseling, pengobatan, atau rujukan sesuai kebutuhan. Dengan cara ini, pemeriksaan tidak berhenti pada skrining, tetapi berlanjut pada penanganan.
Pelayanan Lebih Cepat, Data Lebih Akurat
GERCEP CAKEP bertujuan meningkatkan cakupan cek kesehatan gratis sekaligus memperluas deteksi dini penyakit. Sistem daring memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan mendaftar layanan tanpa harus melalui proses yang panjang. Bagi puskesmas, pencatatan digital membantu menghasilkan data yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Data tersebut menjadi dasar dalam merencanakan program kesehatan di wilayah kerja.
Pelaksanaan inovasi dimulai dari pembentukan tim, identifikasi masalah, penyusunan SOP, dan sosialisasi kepada kader serta masyarakat. Implementasi kemudian dilakukan melalui pendataan sasaran, pendampingan pendaftaran, pemeriksaan, dan pendokumentasian kegiatan. Laporan disusun secara mingguan, bulanan, dan triwulanan. Setiap laporan memuat capaian, kendala, serta rencana tindak lanjut.
Monitoring dilakukan terhadap cakupan pelayanan, jumlah sasaran per siklus hidup, kinerja kader, ketepatan pelaporan, dan kendala penggunaan sistem online. Evaluasi dilaksanakan secara berkala melalui rapat koordinasi, supervisi lapangan, serta umpan balik masyarakat. Hasilnya digunakan untuk menyederhanakan alur, meningkatkan kapasitas kader, dan memperbaiki fitur digital agar lebih mudah digunakan.
Dari Uji Coba Menuju Pengembangan Berkelanjutan
Uji coba inovasi dilakukan pada 13 Januari 2025 dan implementasi dimulai pada 5 Februari 2025. Pengembangan berikutnya dilaksanakan mulai 5 Mei 2025 untuk memperkuat integrasi data, pelayanan, dan kolaborasi lintas sektor. Tahapan tersebut menunjukkan bahwa inovasi dirancang tidak berhenti pada peluncuran awal. Sistem terus disempurnakan berdasarkan hasil monitoring dan kebutuhan pengguna.
Bagi masyarakat, manfaat utama program ini adalah akses pemeriksaan yang lebih mudah, cepat, dan dekat. Bagi kader, inovasi memperkuat kemampuan memanfaatkan teknologi serta meningkatkan peran mereka sebagai penggerak kesehatan. Sementara bagi puskesmas, tersedianya data real-time mendukung pelayanan yang lebih efisien. Dampak jangka panjangnya diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
UPTD Puskesmas Pendopo berharap GERCEP CAKEP dapat menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sebelum sakit. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci agar layanan menjangkau seluruh wilayah secara merata. Dengan penguatan promotif dan preventif, faktor risiko penyakit dapat ditemukan lebih dini. Pelayanan kesehatan primer pun diharapkan menjadi semakin modern, responsif, dan berkelanjutan.
Sumber: GERCEP CAKEP (Gerakan Cek Skrining dan Pemeriksaan Terpadu PTM dan CKG) Tahun 2025, UPTD Puskesmas Pendopo, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.