LATAR OMAH, Layanan Antar Obat RSUD Dr. Soegiri Pangkas Waktu Tunggu Pasien

This image has an empty alt attribute; its file name is image-7.png

Materi resmi layanan antar obat Soegiri Fast/LATAR OMAH RSUD Dr. Soegiri Lamongan yang menawarkan kemudahan pengantaran obat ke rumah. Foto: RSUD Dr. Soegiri Lamongan.

Pelayanan kefarmasian menjadi salah satu titik penting dalam pengalaman pasien di rumah sakit, terutama ketika jumlah resep yang harus dilayani cukup tinggi. Pada 2019, Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soegiri Lamongan melayani sekitar 11.000 hingga 12.000 permintaan resep setiap bulan, sedangkan resep dari instalasi rawat jalan mencapai sekitar 350 hingga 400 resep per hari. Setiap resep membutuhkan waktu pelayanan sekitar 30 hingga 60 menit karena proses penyiapan obat harus tetap memperhatikan ketelitian dan keselamatan pasien. Kondisi tersebut kemudian mendorong rumah sakit mencari cara agar pasien tidak harus menunggu terlalu lama di area farmasi.

Hasil survei kepuasan masyarakat tahun 2019 menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan obat menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan pasien di apotek, mencapai 80 persen dari empat pertanyaan yang diajukan. Waktu penyiapan obat tidak dapat dipangkas secara sembarangan karena petugas tetap harus memastikan jenis, dosis, dan kondisi obat sesuai dengan resep. RSUD Dr. Soegiri Lamongan kemudian menghadirkan LATAR OMAH atau Layanan Antar Obat ke Rumah sebagai solusi untuk memisahkan waktu tunggu pasien dari proses penyiapan obat. Melalui layanan ini, pasien dapat meninggalkan rumah sakit setelah menyelesaikan prosedur yang diperlukan dan menunggu obat dikirim ke alamat tujuan.

Pelaksanaan LATAR OMAH dimulai ketika pasien menerima resep dan petugas farmasi menawarkan pilihan layanan antar obat. Pasien yang bersedia menggunakan layanan tersebut tetap mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan obat, termasuk informasi yang perlu diketahui sebelum meninggalkan rumah sakit. Setelah administrasi selesai, pasien memperoleh nomor resi pengiriman yang digunakan sebagai bukti serah terima sekaligus sarana untuk memantau perjalanan obat. Obat kemudian disiapkan oleh instalasi farmasi, diserahkan kepada petugas layanan antar, dikemas, dan dikirim ke alamat pasien.

RSUD Dr. Soegiri Lamongan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk mendukung proses pengiriman obat kepada pasien. Kolaborasi ini dipilih agar distribusi obat ditangani oleh penyedia jasa pengiriman yang berpengalaman sekaligus tetap mengikuti prosedur pengamanan yang ditetapkan rumah sakit. Petugas pengiriman memperoleh pengetahuan mengenai tata cara distribusi obat, terutama untuk jenis obat yang memerlukan perlakuan khusus. Pasien juga berhak memeriksa obat saat diterima dan dapat menolak apabila obat tidak sesuai dengan salinan resep, rusak, atau tidak bersegel.

LATAR OMAH tidak hanya mengandalkan pengiriman fisik, tetapi juga memanfaatkan teknologi informasi melalui aplikasi Soegiri Mobile. Setelah mendapatkan nomor resi, pasien dapat melakukan pelacakan posisi obat melalui menu LATAR OMAH sehingga proses pengiriman dapat dipantau dari rumah. Sistem tersebut juga mendukung layanan pertanyaan, pengaduan, saran, dan ulasan sehingga komunikasi dengan pengguna tetap terbuka. Pendekatan ini membuat pelayanan lebih transparan karena pasien mengetahui status pengiriman tanpa harus kembali menghubungi instalasi farmasi secara langsung.

Inovasi ini dirancang untuk mengurangi antrean di instalasi farmasi sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien setelah menjalani pemeriksaan atau pengobatan. Kemudahan akses terhadap obat juga dinilai dapat membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan karena pasien tidak perlu kembali datang hanya untuk mengambil obat. Dalam petunjuk teknis LATAR OMAH disebutkan bahwa layanan antar obat dapat mendukung peningkatan kepatuhan pengobatan hingga 20 persen. Manfaat lain yang diharapkan adalah meningkatnya efisiensi kerja instalasi farmasi karena petugas dapat lebih fokus pada proses penyiapan obat yang aman dan tepat.

Mekanisme pelayanan LATAR OMAH dirancang dapat diselesaikan dalam satu hari, sementara proses penciptaan inovasi dikembangkan melalui tahapan sekitar satu hingga tiga bulan. Tahapan tersebut mencakup identifikasi masalah, perancangan, uji coba, peluncuran, serta monitoring dan evaluasi untuk memastikan layanan tetap sesuai kebutuhan pasien. Pengembangan inovasi juga sejalan dengan komitmen RSUD Dr. Soegiri Lamongan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mendukung tujuan kesehatan serta kesejahteraan. Keberadaan layanan ini menunjukkan bahwa perbaikan pelayanan tidak selalu harus mempercepat proses teknis yang berisiko, tetapi dapat dilakukan dengan mengubah cara pasien menerima hasil pelayanan.

LATAR OMAH masih tercantum sebagai salah satu layanan daring resmi RSUD Dr. Soegiri Lamongan dan diposisikan sebagai layanan antar obat ke rumah yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Inovasi ini juga pernah meraih Top 5 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Lamongan (SINOLLA) Tahun 2022, menandai pengakuan terhadap upaya rumah sakit memperbaiki pengalaman pasien. Dengan sistem pengiriman, pelacakan, dan pengamanan obat yang terintegrasi, pasien mendapatkan pilihan layanan yang lebih praktis tanpa mengurangi ketelitian pelayanan kefarmasian. LATAR OMAH pada akhirnya menjadi bentuk transformasi pelayanan yang menghubungkan rumah sakit, teknologi, dan layanan logistik untuk menghadirkan obat lebih dekat kepada pasien.

Sumber bahan: Petunjuk Teknis Pelaksanaan Inovasi Daerah LATAR OMAH (Layanan Antar Obat ke Rumah), RSUD Dr. Soegiri Lamongan, Kabupaten Lamongan, 2023; serta laman resmi RSUD Dr. Soegiri Lamongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *