
Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan meluncurkan LAMBASAKU, gerakan membaca satu buku sehari yang menyasar siswa di seluruh jenjang. Foto: Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
Minat baca menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia. Meskipun berbagai program literasi telah berjalan, konsistensi kebiasaan membaca masih menjadi tantangan yang perlu didorong. Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menjawab kebutuhan tersebut melalui LAMBASAKU atau Lamongan Membaca Sehari Satu Buku.
LAMBASAKU mengajak seluruh siswa di jenjang pendidikan dasar hingga menengah untuk menjadikan membaca satu buku sehari sebagai kebiasaan harian. Buku yang dibaca disesuaikan dengan usia dan tingkat kelas, mulai dari buku bergambar untuk siswa awal hingga buku bacaan panjang untuk siswa yang lebih dewasa.
Sekolah menyediakan waktu khusus membaca dalam jadwal harian, misalnya sebelum jam pelajaran dimulai atau di sela waktu istirahat. Perpustakaan sekolah menjadi pusat kegiatan yang aktif, menyediakan koleksi buku yang beragam dan mudah diakses siswa.
Selain kegiatan membaca, siswa didorong untuk mencatat kesan, meringkas isi bacaan, atau menyampaikan cerita kepada teman. Pola ini melatih pemahaman, kemampuan bercerita, dan penguasaan kosakata. Guru menjadi fasilitator sekaligus teladan dalam membangun budaya baca.
LAMBASAKU didukung dengan program pengadaan buku bacaan yang sesuai minat siswa dari berbagai jenjang. Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan perpustakaan daerah, penerbit lokal, dan komunitas literasi untuk memperluas koleksi bacaan yang tersedia di sekolah.
Sekolah didorong menyusun kalender literasi tahunan yang memuat kegiatan seperti pekan buku, lomba bercerita, kunjungan penulis, dan pameran karya siswa. Kalender tersebut menjadi kerangka pelaksanaan LAMBASAKU sepanjang tahun agar kebiasaan membaca tumbuh sebagai bagian dari budaya sekolah.
LAMBASAKU menjadi salah satu wujud komitmen Kabupaten Lamongan membangun generasi yang gemar membaca. Dinas Pendidikan berupaya menjaga program tetap hidup melalui evaluasi berkala dan kolaborasi lintas pihak. Semangat inilah yang diharapkan tumbuh menjadi budaya baca yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut hingga rumah dan komunitas warga.
Melalui LAMBASAKU, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan berupaya menumbuhkan generasi pembaca aktif yang mencintai buku sejak dini. Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen membangun ekosistem literasi yang kuat di sekolah, keluarga, dan masyarakat.