TERKESIMA Biasakan Siswa Menabung, Literasi Keuangan Ditanamkan Sejak Sekolah

YAPEN — Literasi keuangan menjadi kecakapan hidup yang perlu dikenalkan sejak anak berada di bangku sekolah. Kemampuan mengelola uang tidak hanya berkaitan dengan jumlah tabungan, tetapi juga cara membedakan kebutuhan dan keinginan serta membuat keputusan yang bertanggung jawab. Di Kabupaten Kepulauan Yapen, kebiasaan menabung belum menjadi praktik rutin bagi sebagian besar siswa di wilayah kepulauan dan distrik terpencil. TERKESIMA hadir untuk mengubah edukasi keuangan dari sekadar pengetahuan menjadi kebiasaan yang dilakukan langsung oleh siswa.

Berdasarkan observasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2023, lebih dari 65 persen siswa SD dan SMP belum menabung secara rutin di rumah maupun sekolah. Banyak siswa belum terbiasa menyisihkan uang saku dan cenderung menggunakannya untuk kebutuhan jangka pendek. Kondisi tersebut diperkuat oleh belum meratanya akses terhadap bank atau koperasi siswa di sejumlah distrik. Program kemudian dirancang dengan pendekatan sederhana yang tetap dapat dijalankan meski akses layanan keuangan formal terbatas.

“Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi latihan disiplin, perencanaan, dan tanggung jawab sejak dini.”

Dari Celengan Kreatif ke Tabungan Sekolah

Tahap awal TERKESIMA dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat menabung, cara mengelola uang, serta kebiasaan hemat. Materi disampaikan dengan bahasa yang sesuai usia agar konsep keuangan tidak terasa abstrak bagi siswa. Guru, wali kelas, koperasi, maupun mitra perbankan dapat dilibatkan sebagai pendamping. Edukasi ini menjadi dasar sebelum siswa masuk pada kegiatan praktik.

Siswa kemudian diajak membuat celengan kreatif dari bahan daur ulang seperti botol bekas atau kardus. Kegiatan tersebut menggabungkan literasi keuangan dengan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Celengan menjadi media sederhana yang dapat digunakan siswa untuk mulai menyisihkan uang secara konsisten. Pendekatan berbasis proyek membuat pembelajaran lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari anak.

Kebiasaan menabung diperkuat melalui buku tabungan mini yang digunakan siswa untuk mencatat setiap transaksi. Pencatatan sederhana melatih anak memahami perkembangan tabungannya dan bertanggung jawab terhadap tujuan keuangan yang dibuat. Sekolah dapat mengelola tabungan secara mingguan atau bulanan melalui wali kelas, bendahara kelas, koperasi, maupun bank mitra. Model tersebut memberi ruang fleksibilitas sesuai kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Program juga menggunakan penghargaan sebagai penguat motivasi. Siswa yang konsisten menabung atau menghasilkan celengan kreatif dapat memperoleh apresiasi pada akhir periode. Kompetisi diarahkan pada kebiasaan positif, bukan pada siapa yang memiliki uang paling banyak. Penilaian lebih menekankan konsistensi, kreativitas, dan tanggung jawab siswa dalam menjalankan kebiasaan menabung.

Membangun Karakter dan Kemandirian Finansial

Bagi siswa, manfaat utama TERKESIMA adalah terbentuknya kemampuan dasar mengelola uang pribadi sejak usia sekolah. Anak belajar bahwa sebagian uang dapat disisihkan untuk tujuan masa depan dan tidak harus langsung dihabiskan. Kebiasaan ini melatih kesabaran, pengendalian diri, serta kemampuan membuat prioritas. Nilai tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan di luar kegiatan menabung.

Bagi sekolah, program menjadi sarana pendidikan karakter yang terstruktur dan mudah dipantau. Koperasi sekolah dapat kembali berfungsi sebagai ruang pembelajaran ekonomi sederhana, sementara guru memiliki media konkret untuk mengenalkan literasi finansial. Orang tua juga dapat melanjutkan kebiasaan yang sama di rumah agar siswa memperoleh pendampingan yang konsisten. Sinergi sekolah dan keluarga membuat pendidikan keuangan lebih dekat dengan kehidupan nyata.

TERKESIMA dirancang adaptif terhadap kondisi geografis Kepulauan Yapen. Sekolah yang belum memiliki akses perbankan tetap dapat memulai melalui celengan, pencatatan manual, dan tabungan kelas. Ketika kemitraan dengan lembaga keuangan tersedia, program dapat berkembang menuju tabungan yang lebih formal. Fleksibilitas tersebut membuat pembiasaan menabung tidak harus menunggu tersedianya infrastruktur digital atau layanan bank di setiap wilayah.

Dalam jangka panjang, kebiasaan menabung diharapkan membentuk generasi pelajar yang lebih sadar terhadap pengelolaan keuangan. Literasi finansial sejak dini membantu siswa memahami nilai uang, membuat rencana, dan menghindari perilaku konsumtif yang tidak terkontrol. Program juga memperkuat karakter disiplin, hemat, jujur, dan bertanggung jawab. TERKESIMA menjadikan kebiasaan kecil di sekolah sebagai bekal penting untuk kemandirian finansial pada masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *