
EMPAT LAWANG — SD Negeri 2 Ulu Musi mengembangkan MELISA untuk menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. Setiap peserta didik diarahkan langsung mengambil sampah yang terlihat dan membuangnya pada tempat yang semestinya.
Lingkungan sekolah yang bersih menjadi salah satu penopang proses belajar yang sehat, nyaman, dan kondusif. Ruang kelas serta halaman yang terawat membantu peserta didik berkonsentrasi dan mengikuti pembelajaran dengan lebih baik. Sebaliknya, sampah yang berserakan dapat mengganggu kenyamanan dan menimbulkan risiko kesehatan.
Kesadaran menjaga kebersihan tidak selalu terbentuk hanya melalui imbauan. Siswa perlu dibiasakan melakukan tindakan sederhana secara langsung dan berulang. Berdasarkan kebutuhan tersebut, SD Negeri 2 Ulu Musi mengembangkan MELISA, singkatan dari Melihat Sampah Langsung Ambil.
Sampah Terlihat, Langsung Diambil
MELISA mengajarkan siswa agar tidak menunggu perintah ketika melihat sampah di sekitar sekolah. Sampah yang ditemukan langsung diambil dan dibuang ke tempat yang semestinya. Tindakan spontan tersebut diarahkan menjadi kebiasaan harian yang melekat pada diri peserta didik.
Program melibatkan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah. Guru memberikan teladan, mengawasi kegiatan, serta mengingatkan pentingnya kebersihan. Siswa belajar bahwa kondisi sekolah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Kegiatan rutin diperkuat melalui Jumat Bersih, piket harian terjadwal, dan pembersihan lingkungan bersama. Anak-anak menyapu, mengepel, mengumpulkan sampah, dan menata tanaman di sekitar sekolah. Pembelajaran karakter berlangsung melalui praktik langsung dan gotong royong.
Sekolah juga merancang lomba kelas terbersih setiap semester dan program bank sampah. Kedua kegiatan tersebut memberi motivasi sekaligus memperkenalkan pengelolaan sampah secara lebih teratur. Sosialisasi dan edukasi kebersihan dilakukan agar kebiasaan yang dibangun dapat dipahami, bukan sekadar dijalankan.
Membentuk Disiplin dan Kepedulian Lingkungan
Tujuan utama MELISA adalah mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah. Program ini sekaligus menanamkan disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan perilaku hidup bersih. Nilai tersebut diharapkan terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat.
Bagi peserta didik, lingkungan yang terawat memberikan pengalaman belajar yang lebih nyaman sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan. Bagi guru, kondisi kelas dan halaman yang bersih mendukung pembelajaran yang kondusif. Bagi sekolah, program ini memperkuat citra sebagai satuan pendidikan yang sehat dan ramah anak.
Keberhasilan program dipantau melalui empat indikator, yakni lingkungan sekolah bersih dan rapi setiap hari, berkurangnya sampah yang berserakan, meningkatnya kesadaran siswa, serta terbentuknya budaya bersih. Hasil pengamatan digunakan untuk memperbaiki sarana dan pola pendampingan.
Dilaksanakan sebagai Kebiasaan Berkelanjutan
Profil inovasi mencantumkan bahwa MELISA berada pada tahap pelaksanaan sejak 2 Januari 2025. Program dikembangkan oleh SD Negeri 2 Ulu Musi dengan kepala sekolah M. Dou Boys Pernandes dan inovator Riswana Andriansyah. Kegiatan diarahkan menjadi pembiasaan yang terus berlangsung.
Dokumen yang sama juga memuat tabel pelaksanaan dengan rapat koordinasi dan persiapan sarana pada Januari 2026, serta kegiatan rutin mulai 20 Januari 2026. Sarana yang dipersiapkan meliputi sapu, alat pel, kemoceng, serokan, dan tempat sampah. Perbedaan penanda waktu tersebut tercatat pada inovasi MELISA.
MELISA menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari respons sederhana: melihat sampah dan langsung mengambilnya. Dengan partisipasi seluruh warga sekolah, kebersihan tidak lagi menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi karakter dan budaya yang mendukung pembelajaran sehat serta berkelanjutan.
Sumber: MELISA (Melihat Sampah Langsung Ambil) Tahun 2025, SD Negeri 2 Ulu Musi, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.