
Lamongan – Puskesmas Lamongan mengembangkan inovasi AKU CINTA DIA (Aksi Temukan Tuberculosis pada Penderita Diabetes) untuk memperkuat deteksi dini tuberkulosis pada kelompok penderita diabetes melitus. Program ini berangkat dari fakta bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi TBC dibandingkan populasi umum. Karena itu, skrining TBC diintegrasikan ke dalam pelayanan bagi pasien DM agar kasus dapat ditemukan sedini mungkin, termasuk pada pasien yang belum menunjukkan gejala. Pendekatan tersebut diharapkan mempercepat penanganan sekaligus mengurangi potensi penularan di masyarakat.
Pedoman teknis mencatat bahwa pada 2022 terdapat 94 kasus TBC yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Lamongan, dan 20 di antaranya merupakan penderita diabetes. Kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi Puskesmas Lamongan untuk memprioritaskan kelompok DM dalam kegiatan penemuan kasus. Inovasi AKU CINTA DIA kemudian dirancang sebagai langkah proaktif untuk memastikan penderita diabetes memperoleh pemeriksaan TBC secara terarah. Program juga mendukung pencapaian indikator penemuan kasus TBC serta target eliminasi TBC tahun 2030.
Sasaran utama kegiatan adalah penderita diabetes, baik yang bergejala maupun tidak bergejala, serta kontak erat pasien TBC. Pemeriksaan dilakukan menggunakan Tes Cepat Molekuler atau TCM, sementara skrining juga dapat didukung dengan pemeriksaan dahak dan chest x-ray sesuai kebutuhan. Dengan pola ini, proses penemuan kasus tidak menunggu pasien datang dengan keluhan berat. Setiap kesempatan pelayanan dimanfaatkan untuk mendeteksi risiko lebih awal dan menentukan tindak lanjut yang sesuai.
Pelaksanaan AKU CINTA DIA melibatkan tim inovasi, penanggung jawab program, petugas kesehatan, serta dukungan lintas program dan lintas sektor. Program Prolanis dan PTM berperan dalam skrining TBC pada pasien DM, program HIV mendukung skrining pada pasien dengan HIV, sedangkan Promosi Kesehatan membantu sosialisasi kepada masyarakat. Puskesmas juga melakukan pendampingan pasien bersama Yayasan Peduli TBC. Kolaborasi tersebut memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat edukasi kepada kelompok berisiko.
Rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi dan pencanangan inovasi, pemeriksaan mobile x-ray di Puskesmas Lamongan, penyuluhan kepada masyarakat dan sekolah, pelacakan kontak erat, kunjungan rumah, serta pendampingan pasien TBC. Puskesmas juga menyusun SK tim, kerangka acuan kegiatan, SOP, dan melakukan koordinasi lintas sektor melalui minilokakarya. Kegiatan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2023 sebagai bagian dari penguatan program TBC di wilayah kerja Puskesmas Lamongan. Seluruh aktivitas diarahkan untuk memperluas akses skrining dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dini.
Hasil pelaksanaan selama 2023 menunjukkan cakupan skrining mencapai 1.242 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 106 orang memperoleh hasil positif TBC. Data tersebut menunjukkan bahwa perluasan skrining pada kelompok berisiko dapat membantu menemukan lebih banyak kasus yang membutuhkan penanganan. Pasien yang terdeteksi kemudian dapat memperoleh pendampingan serta pengobatan lebih cepat sesuai standar pelayanan.
Monitoring dan evaluasi dilakukan setiap bulan melalui rapat klaster, minilokakarya Puskesmas, serta pelaporan rutin. Hasil kegiatan dilaporkan secara daring melalui aplikasi SITB kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Evaluasi juga digunakan untuk mengidentifikasi hambatan, termasuk masih rendahnya kesadaran sebagian penderita DM maupun kontak erat pasien TBC untuk menjalani pemeriksaan. Temuan tersebut menjadi dasar bagi Puskesmas untuk terus memperkuat edukasi, sosialisasi, dan pendekatan kepada masyarakat.
Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan pada 14 Juli 2025 menampilkan AKU CINTA DIA sebagai upaya proaktif Puskesmas Lamongan untuk menangkal TBC pada penderita diabetes. Dokumentasi utama memperlihatkan kegiatan “Aksi Temukan TBC pada Penderita Diabetes (AKU CINTA DIA)” Puskesmas Lamongan yang dilaksanakan pada 3 dan 4 Juni 2025. Publikasi RISDA juga menekankan integrasi pemeriksaan TBC dalam pelayanan rutin pasien DM serta dukungan lintas sektor dalam pelaksanaan program. Melalui AKU CINTA DIA, Puskesmas Lamongan terus memperkuat deteksi dini, edukasi, dan pendampingan sebagai bagian dari upaya menuju eliminasi TBC.