Kolaborasi kecamatan, desa, kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat mengintegrasikan pemantauan CCTV untuk mempercepat deteksi serta respons terhadap gangguan keamanan.

Peserta sosialisasi kegiatan aksi perubahan di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Program SINERGI-CCTV memperkuat pengawasan lingkungan melalui kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Foto: Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang
EMPAT LAWANG — Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi mengembangkan SINERGI-CCTV sebagai inovasi pengawasan lingkungan berbasis teknologi dan kolaborasi. Program ini menghubungkan pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, aparat keamanan, RT/RW, serta masyarakat untuk memperkuat pencegahan dan penanganan gangguan keamanan.
Kecamatan Tebing Tinggi merupakan ibu kota Kabupaten Empat Lawang yang membawahi 20 desa dan enam kelurahan. Aktivitas pemerintahan, perdagangan, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat yang tinggi membuat kebutuhan terhadap sistem keamanan lingkungan semakin mendesak.
Dokumen aksi perubahan mencatat bahwa gangguan keamanan seperti pencurian, perkelahian, dan persoalan ketertiban masih menjadi perhatian. Pengawasan lingkungan sebelumnya belum berjalan optimal karena partisipasi masyarakat belum merata, sarana pemantauan terbatas, dan koordinasi antarpihak belum terintegrasi.
| Keamanan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Teknologi CCTV harus ditopang koordinasi aparat dan partisipasi aktif masyarakat. |
Teknologi Pengawasan Berbasis Kolaborasi
SINERGI-CCTV merupakan sistem integrasi dan kolaborasi CCTV antara desa, kelurahan, kecamatan, dan pemangku kepentingan. Inovasi ini menempatkan kamera pengawas sebagai alat bantu pencegahan, pendokumentasian kejadian, serta percepatan penanganan gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Sistem dirancang dengan melibatkan Camat, Sekretaris Camat, Kasi Trantib, lurah, kepala desa, RT/RW, Polsek, Koramil, Pol PP, Bhabinkamtibmas, penyedia perangkat, dan warga. Setiap unsur memiliki peran mulai dari perencanaan, pemetaan titik rawan, pemasangan, pemantauan, sosialisasi, hingga evaluasi.
Kelurahan Pasar dipilih sebagai lokasi percontohan karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan publik dengan mobilitas warga yang tinggi. Survei lokasi dilaksanakan pada 19 Mei 2025, dilanjutkan pemasangan perangkat pada 2 Juni 2025 dan sosialisasi kepada masyarakat pada 12 Juni 2025.
Monitoring pada 16 Juni 2025 menunjukkan perangkat dapat berfungsi dan digunakan untuk memantau lingkungan. Tim mengecek kualitas gambar, jangkauan kamera, konektivitas, hasil rekaman, serta mekanisme pelaporan agar sistem benar-benar mendukung respons lapangan.
Dari Tim Efektif hingga Respons Cepat
Pelaksanaan program ditopang oleh Tim Efektif yang terbagi menjadi tim perencanaan dan koordinasi, tim pelaksana teknis dan pengawasan, serta tim sosialisasi dan partisipasi masyarakat. Pembagian ini memastikan pekerjaan administratif, teknis, dan komunikasi publik berjalan dalam satu arah.
Akses pemantauan dapat dilakukan melalui telepon genggam dan komputer kantor. Rekaman disimpan untuk kebutuhan evaluasi, sementara pengecekan perangkat dilakukan secara rutin. Grup komunikasi cepat juga digunakan untuk menghubungkan lurah, kepala desa, kecamatan, aparat keamanan, dan masyarakat.
Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan. Warga didorong menjaga perangkat, melaporkan kejadian, dan ikut membangun budaya sadar keamanan. Pendekatan ini membuat teknologi bekerja bersama partisipasi warga, bukan menggantikannya.
Disiapkan untuk Diperluas pada 2026
Aksi perubahan disusun dalam sasaran jangka pendek, menengah, dan panjang. Tahap awal mencakup koordinasi, pembentukan tim, survei, pemasangan, sosialisasi, dan monitoring. Tahap berikutnya diarahkan pada pemantauan lanjutan serta integrasi CCTV ke sistem pengawasan kecamatan.
Keberlanjutan program mendapat dukungan formal dari jajaran Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Dukungan tersebut menjadi dasar untuk mendorong pemeliharaan perangkat, pengembangan jaringan, serta peluang memasukkan program ke dalam perencanaan dan penganggaran desa maupun kelurahan pada 2026.
Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi berharap SINERGI-CCTV dapat menekan potensi gangguan keamanan, mempercepat identifikasi kejadian, dan meningkatkan rasa aman masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik lingkungan masing-masing.
Sumber: SINERGI-CCTV dan Laporan Implementasi Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Tahun 2025, Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.