SIMAS KDP, Digitalisasi Layanan Puskesmas Kedungpring dalam Satu Genggaman

Tampilan aplikasi SIMAS KDP (Sistem Informasi Puskesmas Kedungpring) yang menyediakan berbagai layanan digital, antara lain Profile, Loket Online, Kontak Kita, UKP, UKM, Kalkulator Sehat, Perpus Sehat, Lokasi, dan Konsultasi. Foto: Dokumentasi Puskesmas Kedungpring.

Transformasi digital pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan penting ketika masyarakat menuntut layanan yang lebih cepat, mudah, dan responsif. Puskesmas Kedungpring telah memulai komputerisasi pelayanan secara offline sejak 2008 dan mengembangkan sistem berbasis internet mulai 2013. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah persoalan seperti antrean loket yang menumpuk, lambatnya respons pengaduan, keterbatasan informasi BPJS, serta minimnya informasi kegiatan UKP dan UKM. Kondisi tersebut kemudian mendorong lahirnya SIMAS KDP atau Sistem Informasi Puskesmas Kedungpring sebagai platform digital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan layanan dalam satu aplikasi.

SIMAS KDP dikembangkan sebagai aplikasi mobile berbasis Android untuk mempermudah masyarakat mengakses pelayanan Puskesmas Kedungpring. Aplikasi ini membantu proses pendaftaran pasien, pencatatan dan penyimpanan data, penyampaian informasi kesehatan, konsultasi, serta pengaduan layanan secara daring. Pengembangan aplikasi memanfaatkan platform Thunkable yang dinilai efisien dan terjangkau untuk mendukung penyusunan aplikasi Android. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi dan layanan tanpa selalu harus datang langsung ke puskesmas.

Salah satu fitur utama SIMAS KDP adalah Loket Online yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran rawat jalan maupun rawat inap secara digital. Pasien yang sudah memiliki nomor identitas pasien dapat terhubung dengan sistem pelayanan, sedangkan masyarakat yang belum pernah berkunjung dapat menggunakan jalur pendaftaran melalui WhatsApp dengan mengirimkan data sesuai petunjuk. Fitur ini dirancang untuk mengurangi penumpukan antrean di loket dan mempercepat proses administrasi. Dengan pendaftaran yang lebih fleksibel, waktu masyarakat di puskesmas dapat digunakan lebih efektif untuk memperoleh pelayanan medis.

SIMAS KDP juga menyediakan informasi pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat secara lebih terbuka. Masyarakat dapat melihat jenis dan jadwal pelayanan, tarif tindakan, ketersediaan tempat tidur, jadwal Posyandu, serta kegiatan UKM yang akan dilaksanakan. Informasi tersebut dilengkapi survei kepuasan dan umpan balik yang membantu puskesmas memperoleh masukan secara lebih cepat dari pengguna layanan. Digitalisasi informasi ini diharapkan mengurangi kesalahpahaman sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan.

Selain pelayanan administrasi, aplikasi ini dilengkapi fitur Kalkulator Sehat, Perpus Sehat, skrining kesehatan, dan konsultasi kesehatan. Kalkulator Sehat membantu masyarakat menghitung indeks massa tubuh secara mandiri, sedangkan Perpus Sehat menyediakan literatur dan video penyuluhan kesehatan dari berbagai sumber. Masyarakat juga dapat melakukan konsultasi dengan dokter, perawat, maupun bidan tanpa harus hadir langsung ke puskesmas untuk kebutuhan tertentu. Fitur-fitur tersebut menjadikan SIMAS KDP bukan hanya aplikasi pendaftaran, tetapi juga sarana edukasi dan komunikasi kesehatan.

Kanal pengaduan menjadi bagian penting dalam pengembangan SIMAS KDP karena sebelumnya respons terhadap keluhan masyarakat dinilai belum cukup cepat. Aplikasi menyediakan pengaduan layanan yang terhubung dengan tim penanganan aduan untuk mempercepat tindak lanjut. Selain itu, tersedia Whistleblowing System untuk menerima laporan apabila masyarakat menemukan dugaan pelanggaran oleh staf puskesmas, termasuk dugaan korupsi, gratifikasi, nepotisme, atau bentuk pelanggaran lainnya. Fitur tersebut memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Pengembangan SIMAS KDP dilakukan secara bertahap melalui pembaruan versi dan penambahan fitur sesuai kebutuhan pelayanan. Pembaruan mencakup pendaftaran melalui WhatsApp dan SMS, menu update aplikasi, pengaduan layanan, konsultasi kesehatan daring, serta penyesuaian sistem agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pedoman teknis mencatat bahwa mekanisme pelayanan inovasi dapat menghasilkan proses dalam waktu satu hari, sedangkan proses penciptaannya dirancang berlangsung sekitar satu hingga tiga bulan. Tahapan tersebut meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan, uji coba, peluncuran, monitoring, dan evaluasi untuk memastikan aplikasi terus relevan.

Keberadaan SIMAS KDP mendapat pengakuan sebagai salah satu inovasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Lamongan. Pada 2024, Puskesmas Kedungpring menerima penghargaan dalam ajang Megilan Inovasi dan Teknologi atau MegNotek Award melalui inovasi SIMAS KDP. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya puskesmas mengembangkan pelayanan kesehatan yang lebih modern dan mudah diakses. Dengan integrasi pendaftaran, informasi, konsultasi, edukasi, pengaduan, dan layanan digital lainnya, SIMAS KDP menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperkuat hubungan antara puskesmas dan masyarakat.

Sumber bahan: SIMAS KDP (Sistem Informasi Puskesmas Kedungpring), Kabupaten Lamongan, 2023; serta laman resmi Puskesmas Kedungpring dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *