ANANDA BERSINAR, Anak Jadi Agen Pencegahan Narkoba dari Kecamatan Saling

Pemerintah Kecamatan Saling menggagas ANANDA BERSINAR dengan pendekatan pencegahan narkoba yang digerakkan anak. Alih-alih menempatkan pelajar hanya sebagai penerima sosialisasi, inovasi ini mendorong pembentukan kader sebaya, kampanye kreatif, dan kanal konsultasi digital agar pesan pencegahan lebih dekat dengan dunia anak dan remaja.

Kegiatan edukasi hukum kepada pelajar di SMAN 01 Saling, Kabupaten Empat Lawang, April 2026, yang membahas antara lain bahaya narkotika. Foto dipakai sebagai dokumentasi kontekstual lingkungan sasaran, bukan dokumentasi langsung ANANDA BERSINAR. Foto: Rakyat Empat Lawang.

EMPAT LAWANG — Pencegahan narkoba pada anak dan remaja membutuhkan bahasa yang dekat dengan keseharian mereka. Pemerintah Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, mengembangkan ANANDA BERSINAR atau Aksi Nasional Anti Narkotika dari Anak dengan menempatkan anak sebagai bagian aktif dari gerakan pencegahan. Proposal inovasi menyoroti bahwa pendekatan konvensional berupa ceramah satu arah sering membuat anak sekadar menjadi pendengar. Karena itu, program diarahkan pada model child-led prevention yang memanfaatkan komunikasi teman sebaya, aktivitas partisipatif, dan dukungan lingkungan sekolah serta masyarakat.

Anak dan remaja dipandang berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap tekanan kelompok, rasa ingin tahu, dan pengaruh lingkungan. Di wilayah kecamatan dan pedesaan, meningkatnya mobilitas dan akses informasi juga membawa risiko masuknya pengaruh negatif. ANANDA BERSINAR mencoba membangun benteng sejak dini dengan meningkatkan pemahaman tentang dampak fisik, hukum, dan sosial penyalahgunaan narkoba. Tujuan lainnya ialah membentuk kader duta anak atau peer educator yang mampu mengajak teman sebayanya mengambil keputusan yang sehat.

Pencegahan yang Digerakkan Anak

Konsep pencegahan yang digerakkan anak menjadi unsur kebaruan utama inovasi. Kader tidak hanya mengikuti sosialisasi, tetapi dibekali materi, keterampilan komunikasi, dan ruang untuk menyebarkan pesan antinarkoba melalui kegiatan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Metode ini diharapkan membuat komunikasi lebih terbuka karena pesan datang dari teman sebaya yang memiliki pengalaman dan bahasa yang relatif sama. Orang tua, sekolah, puskesmas, aparat, dan unsur masyarakat tetap menjadi jejaring pendamping yang memastikan pesan yang disampaikan benar dan aman.

Pemanfaatan teknologi menjadi bagian pendukung ANANDA BERSINAR. Proposal mencantumkan pembuatan infografis, video pendek, dan poster digital untuk media sosial resmi kecamatan atau sekolah. Selain itu, dirancang kanal pelaporan dan konsultasi melalui WhatsApp atau Google Form untuk memberi ruang komunikasi yang lebih tertutup bagi anak atau orang tua yang membutuhkan pendampingan. Kanal digital ini tidak menggantikan layanan profesional, tetapi berfungsi sebagai pintu awal untuk menyampaikan keluhan atau mencari informasi.

“Anak tidak hanya ditempatkan sebagai objek sosialisasi, tetapi sebagai agen perubahan yang ikut membangun budaya saling menjaga.”

Dari Pemetaan hingga Kampanye Sebaya

Rangkaian penciptaan inovasi disusun mulai Januari hingga Maret 2024. Tahap pertama meliputi pemetaan wilayah atau sekolah sasaran serta pembentukan tim kerja, dilanjutkan penyusunan SOP, modul edukasi anak, dan kanal media digital. Sosialisasi serta pembentukan tim konsultasi dilakukan sebelum uji coba kampanye sebaya dan pengoperasian kanal konsultasi secara terbatas. Tahap akhir diisi evaluasi untuk memperbaiki sistem dan menyusun rekomendasi keberlanjutan.

Di luar desain program, konteks pencegahan di Kecamatan Saling tetap relevan. Pada April 2026, kegiatan edukasi hukum di SMAN 01 Saling juga membahas bahaya narkotika kepada pelajar, memperlihatkan bahwa isu perlindungan generasi muda terus menjadi perhatian di wilayah tersebut. Kehadiran berbagai kegiatan dari sekolah, aparat, dan pemerintah dapat menjadi ekosistem pendukung bagi program berbasis anak seperti ANANDA BERSINAR. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar edukasi tidak berhenti pada satu acara, melainkan berlanjut dalam kebiasaan dan jejaring perlindungan sehari-hari.

Keberhasilan ANANDA BERSINAR pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah materi kampanye atau kader yang dibentuk. Hal yang lebih penting adalah terbentuknya keberanian anak untuk berkata tidak, mencari bantuan ketika menghadapi situasi berisiko, dan saling mengingatkan dalam lingkungan sebaya. Jika didukung pendampingan yang konsisten dan mekanisme konsultasi yang aman, inovasi ini dapat memperkuat lingkungan sekolah dan desa yang lebih ramah anak serta lebih tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.

Sumber Bahan Berita

• Proposal Inovasi Daerah ANANDA BERSINAR, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang.

• Foto kontekstual: Rakyat Empat Lawang, kegiatan edukasi hukum di SMAN 01 Saling, 8 April 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *