
Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian perempuan yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini. Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) menjadi metode skrining yang murah dan mudah dilakukan. Puskesmas Dermolemahbang menjawab kebutuhan tersebut melalui Jempol Navisa atau Jemput bola pelayanan Iva di desa.
Jempol Navisa menghadirkan pelayanan pemeriksaan IVA yang dilaksanakan langsung di desa. Petugas puskesmas datang ke balai desa, posyandu, atau tempat pertemuan warga untuk memberikan pelayanan gratis kepada perempuan yang membutuhkan.
Sebelum pelaksanaan, dilakukan sosialisasi bersama kader kesehatan mengenai pentingnya pemeriksaan IVA. Sosialisasi menyasar perempuan usia produktif, terutama yang telah menikah, agar mereka memahami manfaat pemeriksaan.
Perempuan yang menjalani pemeriksaan memperoleh hasil serta konseling dari petugas. Bagi yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, disiapkan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Pola tersebut memastikan tindak lanjut berjalan cepat.
Jempol Navisa didukung dengan pendampingan psikologis bagi perempuan yang memperoleh hasil pemeriksaan lanjutan. Petugas memastikan penerima layanan tidak menghadapi kecemasan sendirian, tetapi ditemani dalam mengambil langkah berikutnya.
Puskesmas Dermolemahbang memanfaatkan data pemeriksaan sebagai bahan analisis kesehatan perempuan di wilayah kerja. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kegiatan lanjutan, mulai dari edukasi hingga skrining kelompok risiko lain.
Jempol Navisa menegaskan pentingnya deteksi dini sebagai bentuk perlindungan bagi perempuan. Puskesmas Dermolemahbang berupaya menjaga layanan tetap dekat dengan warga di desa. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang berpihak pada perempuan dan menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama.
Melalui Jempol Navisa, Puskesmas Dermolemahbang berupaya meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks dengan mendekatkan pelayanan pada warga. Inovasi ini menegaskan bahwa layanan kesehatan yang proaktif dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa perempuan.