
Ketersediaan air menjadi faktor utama keberhasilan pertanian, terutama saat musim kemarau. Petani yang tidak memiliki akses irigasi yang memadai berisiko mengalami penurunan produksi. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan menjawab kebutuhan tersebut melalui SIPOLA ASA atau Pompanisasi Lamongan Akselerasi Swasembada Pangan.
SIPOLA ASA menghadirkan bantuan pompa air dan pendampingan pemanfaatannya bagi kelompok tani di wilayah yang membutuhkan. Bantuan disalurkan bersamaan dengan pembinaan mengenai teknik pengelolaan air dan perawatan pompa.
Kelompok tani penerima manfaat memperoleh pelatihan tentang tata cara penggunaan pompa, penjadwalan pengairan, dan pengelolaan bersama agar bantuan dapat dinikmati merata. Pola tersebut memperkuat gotong royong dan tanggung jawab kelompok.
Selain bantuan alat, program ini turut mengintegrasikan kegiatan penyuluhan tentang pola tanam yang produktif, penggunaan pupuk berimbang, dan diversifikasi tanaman. Dengan cara tersebut, pemanfaatan air dapat dipadukan dengan praktik pertanian yang baik.
SIPOLA ASA dilengkapi dengan pemetaan lahan pertanian yang membutuhkan pompanisasi berdasarkan kondisi geografis, ketersediaan air permukaan, dan riwayat produksi. Peta tersebut menjadi dasar penetapan penerima bantuan agar sesuai kebutuhan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan juga memperkuat pendampingan lanjutan pascabantuan. Kelompok tani memperoleh dukungan dalam perawatan pompa, pengaturan pengairan, dan penerapan pola tanam yang meningkatkan produktivitas.
SIPOLA ASA menegaskan komitmen Kabupaten Lamongan mendukung swasembada pangan berbasis kekuatan petani. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berupaya menjaga bantuan pompanisasi tetap dimanfaatkan optimal. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah yang berpijak pada produktivitas petani lokal.
Melalui SIPOLA ASA, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan berupaya memperkuat produksi pangan lokal. Inovasi ini menjadi bagian dari langkah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan berbasis kemampuan petani.