GEREBEK-PTM Hadir dari Rumah ke Rumah, Deteksi Dini Penyakit Makin Luas

UPTD Puskesmas Nanjungan, Kabupaten Empat Lawang, mengubah pola layanan penyakit tidak menular dari menunggu pasien menjadi aktif mendatangi warga. Gerakan ini memperluas skrining kesehatan, memperkuat edukasi, dan membantu menemukan risiko penyakit sejak dini.

Ilustrasi petugas kesehatan melakukan pemeriksaan dan pendataan warga dalam layanan GEREBEK-PTM Door-to-Door. Visual diperjelas berdasarkan dokumentasi kegiatan. Foto: Dokumentasi UPTD Puskesmas Nanjungan

EMPAT LAWANG — UPTD Puskesmas Nanjungan menghadirkan GEREBEK-PTM Door-to-Door sebagai layanan pemeriksaan kesehatan langsung dari rumah ke rumah. Inovasi ini dirancang untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular lebih awal sekaligus menjangkau warga yang selama ini kesulitan datang ke Puskesmas atau Posyandu.

Program ini lahir dari masih rendahnya capaian pelayanan Penyakit Tidak Menular (PTM) di wilayah kerja Puskesmas Nanjungan. Pada 2024, cakupan pelayanan tercatat 1.507 jiwa atau 60 persen, sedangkan target pelayanan ditetapkan sebanyak 2.506 jiwa atau 100 persen.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kesibukan warga usia produktif yang mayoritas bekerja sebagai petani, pekebun, dan pedagang. Banyak warga sulit mengakses pelayanan pada jam operasional Puskesmas, sementara hipertensi dan diabetes melitus kerap berkembang tanpa gejala awal yang jelas.

Pelayanan kesehatan tidak lagi hanya menunggu warga datang, tetapi hadir langsung untuk menjaga masyarakat tetap sehat sejak dari rumah.

Mengubah Layanan Pasif Menjadi Proaktif

Melalui GEREBEK-PTM, petugas kesehatan mendatangi rumah warga sesuai zonasi dan jadwal yang telah ditetapkan. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah sewaktu, serta indeks massa tubuh untuk mengenali faktor risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit kronis lainnya.

Pola jemput bola membuat kelompok usia produktif, lansia, penyandang disabilitas, serta warga dengan keterbatasan mobilitas tetap memperoleh hak pelayanan kesehatan. Warga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi atau meninggalkan pekerjaan hanya untuk menjalani pemeriksaan dasar.

Kunjungan rumah juga memberikan ruang konsultasi yang lebih personal. Petugas dapat melihat langsung pola hidup, kebiasaan makan, lingkungan perokok, serta kondisi keluarga sehingga edukasi kesehatan dapat disampaikan secara lebih spesifik dan mudah diterapkan.

Bagi warga yang telah terdiagnosis PTM, kunjungan dimanfaatkan untuk memantau kepatuhan minum obat dan mencegah putus berobat. Sementara temuan kasus baru segera dicatat agar dapat ditindaklanjuti melalui pelayanan Puskesmas atau rujukan sesuai kebutuhan.

Cakupan Pelayanan Naik Menjadi 93,61 Persen

Peningkatan cakupan pelayanan dari 1.507 jiwa atau 60 persen pada 2024 menjadi 5.859 jiwa atau 93,61 persen pada 2025. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan langsung ke rumah mampu menjangkau lebih banyak warga yang sebelumnya tidak memeriksakan kesehatan.

Setiap hasil pemeriksaan dihimpun untuk memperbarui basis data kesehatan keluarga dan memetakan risiko per wilayah. Apabila ditemukan konsentrasi tekanan darah tinggi atau gula darah tinggi pada suatu lingkungan, Puskesmas dapat menyiapkan intervensi yang lebih terarah.

Data GEREBEK-PTM juga dapat menjadi bahan bagi pemerintah desa dan kecamatan dalam merancang kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan. Dengan deteksi dini, potensi komplikasi berat seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal diharapkan dapat ditekan sejak tingkat pelayanan primer.

Disiapkan dalam Sembilan Minggu

Tahapan penciptaan inovasi berlangsung selama sembilan minggu sejak Januari 2025. Proses dimulai dengan analisis capaian PTM, pemetaan wilayah dengan cakupan rendah, pembentukan tim, penyusunan SOP, penyiapan formulir skrining, serta pengadaan alat pemeriksaan portabel.

Sosialisasi dan uji coba dilakukan bersama camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan. Setelah uji coba, tim bergerak serentak ke rumah-rumah warga, mencatat hasil pemeriksaan secara manual maupun digital, dan mendokumentasikan kegiatan untuk kebutuhan pelaporan.

Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai jumlah rumah yang telah dikunjungi, kasus baru yang ditemukan, kendala lapangan, dan tindak lanjut pasien. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki alur kunjungan serta menetapkan pelayanan rutin agar GEREBEK-PTM menjadi standar pelayanan yang berkelanjutan.

Sumber: GEREBEK-PTM Door-to-Door (Gerakan Cek Kesehatan Berkala Penyakit Tidak Menular dari Rumah ke Rumah) Tahun 2025, UPTD Puskesmas Nanjungan, Kabupaten Empat Lawang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *