GRISELA, Integrasikan Layanan Kesehatan Tradisional dengan Pengawasan Medis di Lamongan

Pelayanan kesehatan tradisional GRISELA (Griya Sehat Lamongan) pada kegiatan bakti sosial di Alun-Alun Lamongan. Foto: Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan menghadirkan GRISELA atau Griya Sehat Lamongan sebagai inovasi yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan tradisional dengan pendekatan medis yang lebih terstruktur. Program ini lahir dari kekhawatiran terhadap praktik pengobatan tradisional yang tidak terstandar dan berpotensi menimbulkan komplikasi pada pasien. GRISELA dirancang agar pelayanan seperti pijat, bekam, akupunktur, dan terapi komplementer dapat dilakukan dengan prosedur yang lebih aman serta berada dalam pengawasan tenaga medis. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tetap dapat memanfaatkan layanan tradisional dengan standar keselamatan dan kualitas yang lebih terjaga.

GRISELA memadukan pelayanan tradisional empiris dan komplementer dalam satu fasilitas kesehatan. Layanan yang disediakan mencakup akupunktur, akupresur, bekam kering, fisioterapi, pijat relaksasi, serta pijat dan spa bayi atau balita. Pedoman teknis juga menekankan bahwa setiap terapi dilakukan oleh tenaga kesehatan tradisional yang telah mendapatkan pelatihan dan berada di bawah pengawasan dokter. Integrasi ini menjadi pembeda karena pasien tidak hanya memperoleh terapi tradisional, tetapi juga mendapatkan kontrol medis untuk menekan risiko yang tidak diinginkan.

Pengembangan GRISELA turut diperkuat melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan tradisional yang berasal dari 32 puskesmas di Kabupaten Lamongan. Tenaga tersebut mendapat pelatihan intensif untuk memastikan teknik terapi yang diberikan sesuai dengan standar pelayanan dan etika. Dinas Kesehatan juga membangun kolaborasi dengan organisasi seperti Perkumpulan Para Pemijat Penyehatan Indonesia dan Persatuan Bekam Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan praktik kesehatan tradisional yang lebih tertib, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Fasilitas GRISELA dibangun dengan memanfaatkan ruang di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dan kemudian dikembangkan menjadi gedung layanan yang lebih memadai. Fasilitas tersebut dilengkapi ruang tunggu, ruang pemeriksaan, ruang terapi, serta sarana pendukung untuk berbagai jenis pelayanan. Informasi resmi Dinas Kesehatan menyebut GRISELA berada di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo Nomor 57, Lamongan. Kehadiran tempat layanan khusus ini memudahkan masyarakat memperoleh terapi tradisional dan komplementer dalam satu lokasi yang terintegrasi.

Selain pelayanan di fasilitas utama, GRISELA juga memperkenalkan layanan melalui kegiatan bakti sosial untuk mendekatkan terapi kepada masyarakat. Pada 22 Januari 2023, GRISELA mengikuti kegiatan Minggu Ceria di Alun-Alun Lamongan dengan membagikan jamu dan memberikan pijat akupresur gratis. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan layanan kesehatan tradisional yang tersedia kepada masyarakat luas. Pada periode Januari dan Februari, layanan GRISELA juga dibuka setiap hari dan menyediakan homecare atau kunjungan rumah bagi pasien yang ingin memperoleh terapi di rumah.

Edukasi masyarakat menjadi bagian penting dalam rancangan GRISELA karena pemanfaatan pengobatan tradisional perlu diikuti pemahaman mengenai manfaat dan risikonya. Pasien diarahkan untuk mengetahui jenis terapi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan memahami pentingnya pengawasan medis. Pendekatan ini diharapkan mengurangi penggunaan layanan tradisional yang tidak terstandar dan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat dapat mengambil keputusan terapi secara lebih aman dan rasional.

Pelayanan GRISELA dimulai dengan penerimaan dan evaluasi awal oleh tenaga yang terlatih sebelum pasien memperoleh terapi yang sesuai. Setelah itu, pasien dapat memilih jenis pelayanan berdasarkan kebutuhan dan rekomendasi tenaga kesehatan, sementara pelaksanaan terapi tetap diawasi untuk memastikan prosedur berjalan aman. Pedoman teknis mencatat bahwa mekanisme pelayanan inovasi dapat menghasilkan proses dalam waktu satu hari, sedangkan proses penciptaannya dikembangkan sekitar satu hingga tiga bulan. Tahapan pengembangan mencakup identifikasi masalah, perancangan, uji coba, peluncuran, monitoring, dan evaluasi agar kualitas layanan dapat terus diperbaiki.

GRISELA menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menempatkan kesehatan tradisional sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang lebih terarah dan terstandar. Integrasi antara tenaga kesehatan tradisional, dokter, fasilitas terapi, edukasi, serta kolaborasi dengan organisasi profesi memberikan fondasi yang lebih kuat bagi keselamatan pasien. Model ini juga membuka akses terhadap terapi tradisional dan komplementer tanpa memisahkannya dari prinsip pelayanan medis yang bertanggung jawab. Dengan pengembangan berkelanjutan, GRISELA diharapkan memperkuat pilihan layanan kesehatan masyarakat sekaligus menjaga mutu dan keamanan setiap terapi yang diberikan.

Sumber bahan: GRISELA (Griya Sehat Lamongan), Kabupaten Lamongan, 2023; serta laman resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *