
Lamongan – SDN 1 Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, menghadirkan inovasi NUMERASI RIA (Numerasi Ringan, Interaktif, dan Asyik) untuk mengubah pembelajaran numerasi menjadi pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Program ini dikembangkan dari kebutuhan meningkatkan minat dan keterlibatan siswa terhadap numerasi yang selama ini kerap dipersepsikan sebagai pelajaran sulit dan membosankan. Pendekatan pembelajaran tidak hanya berpusat pada latihan soal di dalam kelas, tetapi memanfaatkan aktivitas nyata, permainan, diskusi, dan kerja kelompok. Dengan cara tersebut, siswa belajar memahami konsep matematika sambil berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengambil keputusan.
Pengembangan NUMERASI RIA dilatarbelakangi capaian numerasi sekolah dasar yang masih memerlukan penguatan. Pedoman teknis mencatat hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer tahun 2024 menunjukkan kemampuan numerasi peserta didik sekolah dasar berada pada kategori sedang dengan rata-rata 62,62 persen. Kondisi tersebut mendorong guru SDN 1 Mertani merancang strategi yang lebih kontekstual dan menyenangkan agar siswa tidak merasa tertekan ketika berhadapan dengan angka. Pembelajaran kemudian dikemas melalui prinsip Ringan, Interaktif, dan Asyik sebagai karakter utama inovasi.
Aspek Ringan diwujudkan melalui penyajian materi yang sederhana, penggunaan benda nyata, serta tugas yang tidak membebani siswa secara kognitif maupun emosional. Aspek Interaktif mendorong komunikasi dua arah antara guru dan siswa serta kerja sama antarsiswa melalui diskusi, pengumpulan data, dan penyelesaian masalah secara berkelompok. Sementara itu, aspek Asyik menghadirkan permainan, simulasi, dan kegiatan luar kelas agar numerasi terasa lebih menyenangkan. Ketiga unsur tersebut membuat proses belajar tidak hanya mengejar jawaban benar, tetapi juga menghargai proses berpikir siswa.

Salah satu bentuk implementasi NUMERASI RIA adalah kegiatan Jum’at Bersih. Dalam kegiatan tersebut, siswa dapat mengamati lingkungan, menghitung jumlah daun atau sampah yang dikumpulkan, mengelompokkan hasil temuan, kemudian mengolahnya menjadi data sederhana. Aktivitas rutin sekolah dengan demikian berubah menjadi media belajar numerasi yang kontekstual tanpa memerlukan fasilitas atau teknologi yang rumit. Siswa sekaligus dibiasakan bekerja sama dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Pembelajaran juga dilakukan melalui Shopping Game atau simulasi berbelanja di dalam kelas. Siswa menggunakan uang mainan untuk melakukan transaksi, menghitung jumlah pembelian, menentukan nilai pembayaran, serta mengolah hasil kegiatan ke dalam bentuk penyajian data seperti diagram gambar. Permainan peran membuat konsep penjumlahan dan pengelolaan angka lebih mudah dikaitkan dengan situasi yang mereka jumpai sehari-hari. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut melatih komunikasi, kejujuran, kerja sama, dan kemampuan mengambil keputusan.
NUMERASI RIA juga menjadi ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif. Guru tidak hanya bertindak sebagai penyampai materi, tetapi menjadi fasilitator yang membimbing, mengamati proses berpikir, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi. Evaluasi tidak semata-mata dilakukan terhadap hasil hitungan, tetapi juga memperhatikan keterlibatan, kolaborasi, tanggung jawab, serta karakter yang muncul selama kegiatan. Pendekatan ini membuat pembelajaran numerasi terhubung dengan penguatan keterampilan 4C, yakni berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.
Pengembangan inovasi dilakukan dengan memanfaatkan kegiatan dan sumber daya yang telah tersedia di sekolah sehingga tidak membutuhkan anggaran besar maupun teknologi kompleks. Uji coba dilakukan selama semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 dan berlangsung bersamaan dengan proses evaluasi agar program dapat menyesuaikan kebutuhan siswa di kelas. Pedoman teknis menyebut bahwa dalam kurun kurang dari satu semester, pelaksanaan telah menunjukkan respons positif dari sisi keterlibatan siswa maupun guru. Model yang sederhana tersebut juga membuat NUMERASI RIA memiliki peluang untuk dimodifikasi dan direplikasi oleh sekolah lain.
Melalui NUMERASI RIA, SDN 1 Mertani berupaya menunjukkan bahwa numerasi dapat dipelajari dengan cara yang sederhana, dekat, dan menyenangkan. Kegiatan Jum’at Bersih dan Shopping Game menjadi contoh bagaimana konsep matematika dapat hadir dalam aktivitas sehari-hari sekaligus membentuk sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kolaboratif. Inovasi ini diharapkan terus meningkatkan minat belajar dan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi numerasi. NUMERASI RIA sekaligus menjadi bagian dari upaya membentuk peserta didik yang numerat, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.