PADURAKSA Satukan Empat Pilar untukPerkuat Mutu Pendidikan di Lamongan

Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pendidikan mengembangkan PADURAKSA (Pendidikan Terpadu Sekolah Ramah Anak, Akreditasi Perpustakaan, Sekolah Sehat, dan Adiwiyata) sebagai gerakan terpadu untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Inovasi ini menyatukan empat unsur yang sebelumnya berjalan secara terpisah menjadi satu kesatuan program di satuan pendidikan. Pendekatan tersebut diarahkan agar sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada keamanan anak, kualitas literasi, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui PADURAKSA, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyeluruh dan mendukung pengembangan potensinya secara maksimal.

PADURAKSA lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang komprehensif dan tuntas bagi peserta didik di Kabupaten Lamongan. Pendidikan dasar dipandang sebagai fondasi penting yang menentukan kemampuan siswa untuk melanjutkan pendidikan sekaligus berkembang menjadi anggota masyarakat yang produktif. Karena itu, kualitas lingkungan belajar perlu dibangun secara terpadu, mulai dari aspek perlindungan anak hingga ketersediaan sumber belajar yang memadai. Inovasi ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memenuhi hak masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas.

Empat pilar utama PADURAKSA saling melengkapi dalam membentuk sekolah yang ideal bagi peserta didik. Pilar Sekolah Ramah Anak diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan psikososial siswa, sementara akreditasi perpustakaan sekolah memastikan tersedianya sumber belajar dan bahan bacaan yang berkualitas. Pilar Sekolah Sehat menekankan pentingnya kesehatan fisik dan mental siswa melalui fasilitas dan program promosi kesehatan yang memadai. Adapun Adiwiyata mendorong sekolah membangun budaya peduli lingkungan dan menerapkan praktik yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebaruan PADURAKSA terletak pada penggabungan keempat komponen tersebut dalam satu gerakan pendidikan yang terintegrasi. Model ini dirancang agar mudah diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, hingga SMP, karena sebagian besar unsur kegiatannya telah menjadi bagian dari aktivitas sekolah sehari-hari. Pada tahap penerapan awal, pengujian dilakukan menggunakan sejumlah satuan pendidikan sebagai sampel sebelum diperluas. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk menghasilkan rekomendasi pengembangan dan memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Peluncuran Gerakan PADURAKSA dipusatkan di SMP Negeri 1 Mantup pada 19 Desember 2023 dan menjadi momentum penyatuan empat program pendidikan tersebut. Dalam kegiatan itu, Bupati Lamongan meninjau berbagai fasilitas yang mendukung empat pilar PADURAKSA, seperti kebun dan pondok literasi, kantin sekolah, UKS, perpustakaan, serta deklarasi sekolah ramah anak. Pelaksanaan kemudian dilanjutkan pada jenjang SD dan PAUD di lokasi berbeda. Gerakan ini diterapkan secara serentak pada satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Data pelaksanaan yang dipublikasikan Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan cakupan PADURAKSA menjangkau 2.520 lembaga PAUD, 635 sekolah dasar, dan 156 sekolah menengah pertama. Luasnya jangkauan tersebut menunjukkan bahwa PADURAKSA dirancang bukan sebagai program terbatas pada sekolah tertentu, tetapi sebagai gerakan yang dapat diterapkan secara menyeluruh. Integrasi lintas aspek juga membuka ruang kolaborasi antara sekolah, pemerintah, tenaga kesehatan, pengelola perpustakaan, dan unsur lingkungan hidup. Dengan pendekatan ini, perbaikan mutu pendidikan tidak berjalan parsial, tetapi saling menguatkan dalam satu ekosistem sekolah.

Melalui PADURAKSA, Pemerintah Kabupaten Lamongan berupaya membangun pendidikan yang berkualitas, inklusif, holistik, dan berkelanjutan. Sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman bagi anak, memiliki sumber belajar yang kuat, mendukung kesehatan siswa, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Program ini juga diharapkan membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat karakter peserta didik agar cerdas, berprestasi, sehat, serta memiliki nilai kepedulian sosial dan lingkungan. Dengan monitoring dan pengembangan secara berkelanjutan, PADURAKSA dapat menjadi model pendidikan terpadu yang terus berkembang di Kabupaten Lamongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *