
Pemerintah Kota Parepare kembali mencatatkan langkah besar dalam transformasi digital pelayanan publik melalui peluncuran inovasi SIMPASTA (Sistem Pemetaan Aset Tanah). Aplikasi ini dikembangkan oleh Badan Keuangan Daerah sebagai solusi digital untuk mengatasi persoalan klasik dalam pengelolaan aset tanah milik pemerintah daerah yang selama ini masih dilakukan secara manual. Dengan SIMPASTA, seluruh aset tanah dan bangunan kini terdokumentasi dalam sistem berbasis WebGIS, dilengkapi titik koordinat dan data deskriptif yang dapat diakses dengan cepat dan akurat. Inovasi ini menjadi terobosan penting dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam tata kelola barang milik daerah.
Sebelum SIMPASTA hadir, pencatatan aset tanah di Kota Parepare hanya dilakukan melalui file Excel konvensional, yang selain lambat dan tidak efisien, juga rentan terhadap kesalahan entri, kehilangan data, dan tumpang tindih kepemilikan. Proses pencarian aset membutuhkan waktu lama karena tidak tersedianya pemetaan lokasi secara visual. Akibatnya, banyak aset tidak terkelola secara optimal, baik untuk pengembangan ekonomi, sosial, maupun investasi publik. Hal ini tentu menjadi hambatan serius dalam pengambilan keputusan strategis yang berbasis pemanfaatan aset daerah.
SIMPASTA hadir menjawab tantangan tersebut melalui sistem berbasis WebGIS yang memungkinkan pencarian aset dengan kata kunci dan visualisasi langsung di peta interaktif. Dalam sistem ini, pengguna dapat melihat lokasi aset secara akurat, lengkap dengan data atribut seperti status kepemilikan, luas tanah, peruntukan, hingga kondisi fisik terkini. Penggunaan data spasial ini sangat membantu dalam merencanakan pemanfaatan aset berdasarkan letak geografis dan potensi wilayah, menjadikannya alat bantu strategis dalam pengambilan kebijakan pembangunan berbasis data.
Inovasi ini berakar pada kebutuhan riil pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pengelolaan aset dan efisiensi kinerja perangkat daerah. Dalam merancang SIMPASTA, tim teknis melakukan pemetaan kebutuhan, pelacakan aset, serta integrasi data yang sebelumnya terpisah. Aplikasi ini dirancang agar bersifat responsif, aman, dan dapat digunakan oleh lintas instansi dengan sistem hak akses yang terkontrol. SIMPASTA tidak hanya mempercepat inventarisasi, tetapi juga mendukung kegiatan monitoring dan evaluasi aset secara real-time.
Keunggulan utama SIMPASTA terletak pada integrasi data spasial dan administratif dalam satu sistem. Hal ini memungkinkan data tidak hanya disimpan, tetapi juga digunakan secara aktif untuk proses pengambilan keputusan. Misalnya, jika diperlukan informasi lokasi tanah yang potensial untuk pembangunan sekolah baru, cukup dengan memasukkan kata kunci, sistem akan menampilkan daftar aset yang relevan beserta lokasi pastinya di peta. Pendekatan ini memotong waktu riset manual yang sebelumnya bisa memakan hari, bahkan minggu.
Keberadaan SIMPASTA juga memperkuat prinsip transparansi dan keterbukaan informasi publik. Sistem ini memudahkan pengawasan internal dan publik terhadap pengelolaan aset daerah, sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan atau penguasaan aset oleh pihak yang tidak berhak. Dengan sistem keamanan berbasis hak akses, hanya pengguna terotorisasi yang dapat mengubah atau memperbarui data, sehingga keandalan informasi tetap terjaga. Ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pelayanan publik berbasis data yang tertuang dalam Perpres SPBE dan Perda SPBE Kota Parepare.
Implementasi SIMPASTA dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dari desain sistem di tahun 2022, pembangunan database dan pengujian sistem di awal 2023, hingga implementasi penuh sejak pertengahan 2023. Dalam waktu singkat, ratusan data aset berhasil dimasukkan ke dalam sistem dan divalidasi dengan peta koordinat resmi. Proses ini juga melibatkan berbagai OPD untuk memastikan data lintas sektor dapat terhubung dan digunakan bersama secara sinkron. Sosialisasi juga dilakukan agar seluruh perangkat daerah memahami cara kerja aplikasi ini dan memanfaatkannya dalam mendukung tugas-tugas perencanaan mereka.
Manfaat langsung dari penggunaan SIMPASTA dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah Kota Parepare. Petugas inventarisasi tidak lagi harus melakukan pengecekan lapangan yang melelahkan tanpa panduan spasial. Kepala OPD dapat dengan cepat mengakses status aset untuk rencana anggaran, sementara pimpinan daerah memperoleh gambaran makro aset daerah dalam satu tampilan dashboard. Lebih dari sekadar alat penyimpanan data, SIMPASTA menjadi katalisator transformasi manajemen aset menuju model pemerintahan digital yang terukur dan partisipatif.
Dari sisi regulasi, SIMPASTA memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Perbendaharaan Negara hingga PP tentang SPBE. Selain itu, inovasi ini juga mendukung capaian target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek infrastruktur, kota berkelanjutan, dan institusi yang efektif. Dengan memperkuat perencanaan tata ruang dan optimalisasi lahan, SIMPASTA menjadi alat strategis dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan efisien secara fiskal dan spasial.
Inovasi ini juga berdampak langsung pada peningkatan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sistem yang mampu mendeteksi aset non-produktif atau tidak termanfaatkan, pemerintah bisa segera menyusun strategi optimalisasi, baik melalui kerja sama pemanfaatan, sewa, atau pengalihan fungsi aset untuk sektor ekonomi lokal. Selain itu, data yang akurat memperkuat posisi pemerintah daerah dalam proses sertifikasi, legalisasi aset, serta pengamanan aset dari penguasaan ilegal.
Efek jangka panjang dari SIMPASTA juga mulai terlihat. Beberapa rencana proyek strategis daerah kini mengandalkan data dari sistem ini, termasuk pengembangan zona investasi, penataan kawasan pendidikan, dan revitalisasi ruang publik. SIMPASTA juga mulai dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan lintas sektor, karena sistemnya yang mampu menampilkan sebaran aset dalam bentuk spasial yang mudah dianalisis. Integrasi dengan sistem informasi lainnya sedang dijajaki, termasuk SIRUP (Rencana Umum Pengadaan), SIPD, dan sistem manajemen keuangan daerah.
Dengan semua keunggulan tersebut, SIMPASTA tidak hanya memperkuat tata kelola aset, tetapi juga menegaskan posisi Kota Parepare sebagai pelopor digitalisasi pengelolaan aset di level kabupaten/kota. Pemerintah Kota telah berhasil menghadirkan solusi berbasis teknologi yang tidak hanya menjawab kebutuhan internal birokrasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan sumber daya milik negara. Inovasi ini menjadi contoh bahwa modernisasi tata kelola bisa dimulai dari penguatan data dan sistem informasi yang cerdas, terintegrasi, dan mudah diakses oleh semua pihak yang berkepentingan.
SIMPASTA adalah bukti nyata bahwa reformasi birokrasi bisa berjalan beriringan dengan
Keberhasilan SIMPASTA dalam mendigitalkan data aset tanah juga membuka peluang besar untuk mendukung percepatan sertifikasi aset milik pemerintah daerah. Dengan pemetaan spasial yang presisi dan dokumentasi digital yang tertata rapi, proses pengajuan sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi lebih mudah dan cepat. Selama ini, proses sertifikasi kerap terkendala karena dokumen administratif tidak lengkap atau lokasi aset tidak dapat dipastikan secara akurat. Kini, melalui integrasi data SIMPASTA, Pemerintah Kota Parepare dapat memberikan bukti digital berupa titik koordinat, status kepemilikan, dan data pendukung lainnya yang valid dan siap digunakan dalam proses hukum maupun administratif. Ini tidak hanya memperkuat legalitas aset, tetapi juga mencegah kehilangan aset akibat klaim oleh pihak lain.
Selain untuk kebutuhan internal pemerintah daerah, SIMPASTA juga memiliki potensi besar dalam mendukung keterbukaan informasi kepada publik. Melalui versi publikasi yang telah disesuaikan dengan ketentuan keamanan data, masyarakat dan pemangku kepentingan dapat melihat aset-aset strategis milik pemerintah yang terbuka untuk dimanfaatkan bersama, seperti kerja sama pemanfaatan lahan, pengembangan ruang terbuka hijau, atau peluang investasi sektor pariwisata dan UMKM. Dengan keterbukaan data ini, pemerintah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengusulkan pemanfaatan aset yang selama ini belum produktif. Hal ini juga sejalan dengan semangat kolaborasi pembangunan yang inklusif dan partisipatif antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal.
Tak hanya itu, SIMPASTA juga memiliki nilai edukatif dan dapat digunakan sebagai bahan ajar dan referensi bagi akademisi serta mahasiswa yang tertarik mempelajari tata kelola aset berbasis sistem informasi geografis. Perguruan tinggi lokal maupun nasional dapat memanfaatkan data SIMPASTA untuk studi kasus perencanaan wilayah, manajemen aset publik, atau kebijakan fiskal daerah. Pemerintah Kota Parepare telah membuka ruang kolaborasi riset dan pembelajaran melalui SIMPASTA, sehingga inovasi ini tidak hanya berdampak administratif dan fiskal, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan dan literasi teknologi publik di tingkat lokal. Hal ini semakin memperkokoh peran SIMPASTA sebagai inovasi daerah yang berdimensi luas dan berkelanjutan.
inovasi teknologi, menghasilkan layanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan. Kota Parepare tidak hanya berhasil mentransformasikan proses pencatatan aset dari manual ke digital, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan aset yang tangguh, inklusif, dan berbasis data. Dengan terus dikembangkan dan diperluas integrasinya, SIMPASTA akan menjadi tulang punggung tata kelola aset daerah yang tidak hanya efisien, tetapi juga visioner dalam mendukung pembangunan daerah berbasis data spasial. Sebuah inovasi lokal yang layak menjadi inspirasi nasional.